Analisis
artikel tentang
(standar mutu
internasional suatu perusahaan)
Sekilas mendengar istilah standar mutu, kita
seringkali teringat akan satu istilah, yaitu ISO. ISO, Organisasi Internasional
untuk Standardisasi yang berkantor pusat di Jenewa,
merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM atau NGO = Non-Governmental Organization)
penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar
nasional setiap Negara yang bekerja sama telah menghasilkan lebih dari 17.000
standar internasional untuk bisnis, pemerintahan dan masyarakat umum. Pada awalnya,
singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS dalam bahasa
Inggris (International Organization for
Standardization) atau OIN dalam bahasa Perancis (Organisation internationale de
normalisation) sebelum akhirnya
ditetapkan menggunakan nama ISO, diambil dari bahasa Yunaniisos yang berarti
sama. Didirikan pada 23 Februari 1947 di Jenewa, Switzerland. ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO pada awalnya dibentuk untuk
membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar
yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu
telepon, kartu ATMBank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam
menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 170 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC = Technical Committee).
ditetapkan menggunakan nama ISO, diambil dari bahasa Yunaniisos yang berarti
sama. Didirikan pada 23 Februari 1947 di Jenewa, Switzerland. ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO pada awalnya dibentuk untuk
membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar
yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu
telepon, kartu ATMBank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam
menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 170 negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC = Technical Committee).
Penerapan standat mutu ISO dalam suatu
perusahaan memegang peranan yang cukup penting, apalagi bagi perusahaan
manufaktur yang memiliki pasar yang cukup luas. Terkadang pasar meminta produk
yang sudah berstandar internasional. Penerapan ISO bukan hanya sekedar mengumpulkan
dokumen – dokumen pendukung, yang memang harus disediakan, melainkan penerapan
langsung pada sistem yang ada dalam perusahaan. Dimulai dari sistem
administrasinya, sistem produksinya, delivery-nya, hingga after sales
service-nya. Semua harus memenuhi standar yang diterapkan.
Tidak hanya perusahaan
saja, ISO juga telah dimiiki oleh lembaga pendidikan seperti universitas.
Sekarang ini banyak sekali universitas-universitas yang berlomba-lomba untuk
mendapatkan sertifikat standar internasional tersebut. Jadi persiapan dan
perbaikanpun terus dilakukan untuk mencapai pelayanan yang lebih baik dan
mewujudkan sistem pendidikan yang lebih komprehensif.
Berawal dari gambaran
diatas maka kami akan mengulas kesuksesan perusahaan dan perguruan tinggi yang
telah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO
1.
Kesuksesan PDAM Tirtanadi Sumut
Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provinsi
Sumatera Utara Drs. Sjahril Effendy P. MSi, MA, MPsi, PhD menegaskan bahwa ISO
9001 adalah suatu persyaratan bagi Sistem Manajemen Mutu yang mengacu pada
Standar Internasional dan bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan
memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku secara terus-menerus
sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
PDAM Tirtanadi mendapatkan sertifikat ISO
pertama kali untuk IPA Deli Tua di tahun 2000 yaitu ISO 9001 : 1994 dan di
up-grade menjadi ISO 9001 : 2000 di tahun 2003 sekaligus IPA Sunggal
selanjutnya dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan ISO 9001 : 2000 di
kedua IPA tersebut di integrasikan dengan ISO 14001 : 2004 (Sistem Manajemen
Lingkungan) yang disertifikasi tahun 2005. Dalam rangka meningkatkan pelayangan
terhadap pelanggan dilakukan sertifikasi untuk cabang pelayanan dan sebagai
pilot project diterapkan untuk dua cabang yaitu Cabang Sunggal dan Cabang
Padang Bulan tahun 2006. Selanjutnya untuk kantor Pusat pada tahun 2007, sedang
untuk IPA Limau Manis dan IPA Hamparan Perak pada tahun 2008.
Sertifikat ISO Corporate yang diterima
Gubernur Sumatera Utara tanggal 14 Agustus 2009 merupakan penggabungan dengan
dari Sistem Manajemen Mutu dari yang selama ini terpisah. Tujuannya agar
terdapat penyatuan dan penyeragaman sistem yang ada dalam ruang lingkup
corporate sehingga lebih optimal dan dari segi biaya lebih efisien.
Adapun ruang lingkup ISO Corporate ini
terdiri dari 35 unit kerja (15 Divisi/setingkat, 14 Cabang Pelayanan Zona 1, 4
Instalasi Pengolahan Air, Laboratorium dan Bengkel) dan telah di audit oleh
Badan Sertifikasi TUV NORD sekitar bulan Juli yang lalu dan hasilnya
direkomendasi mendapatkan sertifikat ISO 2008 dan sertifikat ISO 14001 : 2004
untuk IPA Deli Tua dan Sunggal.
Dari kesekian kalinya
penghargaan yang diperoleh oleh PDAM Tirtanadi ini menunjukkan bahwa perusahaan
air minun ini memiliki komitmen yang tinggi dan fokus pada pelayanan dan
kualitas yang prima. Perbaikan yang dilakukan tidak hanya setengah-setengah,
melainkan perbaikan secara terus menerus (continuing
Improvement) secara menyeluruh. Semua elemen dilibatkan baik dari segi
atasan maupun karyawan. Mereka berbaur da bekerja sama dalam upaya menjaga dan
mempertahankan ISO yang telah dimiliki. Disamping itu mereka juga terus
digalaka untuk mendapatkan ISO selanjutnya untuk cabang IPA yang lain yang
masih belum terstandarisasi
Jadi untuk mewujudkan visi dan misi PDAM
Tirtanadi perusahaan, maka perusahaan harus menyusun suatu kebijakan mutu yang
merupakan komitmen secara terus – menerus untuk meningkatkan kualitas
pelayanan, kualitas air dan kontinuitas air untuk memuaskan pelanggan PDAM
Tirtanadi dan stakeholders dalam rangka mencapai visi perusahaan. Audit yang
dilakukan juga harus secara konsisten sehingga instansi tidak perlu khawatir
akan penurunan mutu atau inkonsisten mutu produk atau jasanya. Selain itu,
karena standar ini internasional, suatu instansi yang telah mengimplementasinya
akan diakui dunia sebagai produk atau jasa yang bermutu dan terpercaya.
2.
Kesuksesan Universitas Sahid Jakarta
Universitas
Sahid Jakarta memperoleh sertifikat standar mutu internasional ISO 90012008 dan
IWA 112007 dari Bureau Veritas Certification Prancis, setelah berhasil
menerapkan sedikitnya delapan sasaran mutu. Piagam sertifikat ISO tersebut diserahkan Tjatur
Heru, perwakilan Bureau Veritas Certification Prancis di Indonesia, kepada
Sutyastie Soemitro Remi, Rektor Universitas Sahid Jaya disaksikan Nugroho B.
Sukamdani, Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, pemilik perguruan tinggi ini.
Nugroho mengatakan pengakuan
standar mutu internasional menjadi tuntutan untuk jaminan mutu pendidikan. Oleh
karena itu, kami berharap bisa menjadi tuntunan untuk memberikan pelayanan
pendidikan yang prima bagi semua stakeholders, terutama para dosen dan
mahasiswa, sehingga dapat memacu menjadi kampus unggulan.
Rektor Universitas Sahid Jakarta,
Sutyastie Soemitro Remi mengatakan delapan sasaran mutu yang diterapkan antara
lain pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar dan mengajar. Jika
saat ini baru 45%, dalam 3 tahun ke depan harus mencapai 100%, sehingga baik
mahasiswa maupun dosen harus menyiapkan diri dengan teknologi dan internet.
Sasaran lainnya sehingga peruguruan tinggi ini berhasil
mendapatkan ISO adalah :
1.
Menjamin mahasiswa lulus tepat waktu, 6 bulan setelah lulus harus
sudah bekerja. Universitas Sahid memiliki career development centre untuk
melacak sejauh mana para lulusan sudah terjun ke dunia kerja atau menciptakan
sendiri lapangan kerja.
2.
Di sisi dosen, juga harus ada
peningkatan keahlian bahkan tingkat kehadiran serta mata kuliah yang akan dan
telah disampaikan dimonitor dengan baik sehingga akan berdampak pada kualitas
pendidikan. Oleh karena itu, pengakuan internasional dari biro sertivikasi
Prancis ini harus terus dipertahankan dan setiap 6 bulan akan dievaluasi. Kalau
pencapaiannya menurun, pengakuan bisa dianulir
ISO 9001 versi 2008, mengedepankan
pada pola proses bisnis yang terjadi dalam organisasi perusahaan sehingga
hampir semua jenis usaha bisa mengimplementasikan sistem manajemen mutu ISO
9001 ini, termasuk bidang pendidikan. Adapun International Workshop Agreement
(IWA) 112007, tambahnya, adalah panduan penerapan sistem manajemen mutu ISO
90012008 bagi institusi pendidikan
Jadi yang terpenting adalah bagaimana menciptakan sinergisitas anatar
elemen yang ada pada perguruan tinggi. Disamping itu kita juga tidak boleh
mengabaikan pihak lain yaitu stakeholder. Perlu diketahui bahwa tujuan semua stakeholders adalah mengubah paradigma untuk memberikan
pelayanan dan mutu pendidikan yang terbaik. Sehingga penerapan standr kualitas internasionalinidapat terjaga sehingga
mampu mewujudkan terciptanya kualitas mutu pendidikan yang baik dan
bermartabat.
REFERENSI
http://bataviase.co.id/node/131436Universitas
Sahid peroleh standar mutu internasional, diakses tanggal 25 Maret 2010
http://beritasore.com/2009/08/20/iso-tirtanadi-untuk-mengacu-sistem-manajemen-mutu-standar-internasional/, diakses tanggal 25 maret 2010
http://wangtry.wordpress.com/2009/02/11/standar-mutu/,
diakses tanggal 25 maret 2010

0 komentar:
Posting Komentar