Sabtu, 10 Maret 2012

Tugas Manajemen Kualitas


Analisis artikel tentang
(standar mutu internasional suatu perusahaan)

Sekilas mendengar istilah standar mutu, kita seringkali teringat akan satu istilah, yaitu ISO. ISO, Organisasi Internasional untuk Standardisasi yang berkantor pusat di Jenewa, merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM atau NGO = Non-Governmental Organization) penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar nasional setiap Negara yang bekerja sama telah menghasilkan lebih dari 17.000 standar internasional untuk bisnis, pemerintahan dan masyarakat umum. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS dalam bahasa
Inggris (International Organization for Standardization) atau OIN dalam bahasa Perancis (Organisation internationale de normalisation) sebelum akhirnya
ditetapkan menggunakan nama ISO, diambil dari bahasa Yunaniisos yang berarti
sama.
Didirikan pada 23 Februari 1947 di Jenewa, Switzerland. ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO pada awalnya dibentuk untuk
membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar
yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu
telepon, kartu ATMBank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam
menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 170
negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC = Technical Committee).
Penerapan standat mutu ISO dalam suatu perusahaan memegang peranan yang cukup penting, apalagi bagi perusahaan manufaktur yang memiliki pasar yang cukup luas. Terkadang pasar meminta produk yang sudah berstandar internasional. Penerapan ISO bukan hanya sekedar mengumpulkan dokumen – dokumen pendukung, yang memang harus disediakan, melainkan penerapan langsung pada sistem yang ada dalam perusahaan. Dimulai dari sistem administrasinya, sistem produksinya, delivery-nya, hingga after sales service-nya. Semua harus memenuhi standar yang diterapkan.
Tidak hanya perusahaan saja, ISO juga telah dimiiki oleh lembaga pendidikan seperti universitas. Sekarang ini banyak sekali universitas-universitas yang berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat standar internasional tersebut. Jadi persiapan dan perbaikanpun terus dilakukan untuk mencapai pelayanan yang lebih baik dan mewujudkan sistem pendidikan yang lebih komprehensif.
Berawal dari gambaran diatas maka kami akan mengulas kesuksesan perusahaan dan perguruan tinggi yang telah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO
1.             Kesuksesan PDAM Tirtanadi Sumut
Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Drs. Sjahril Effendy P. MSi, MA, MPsi, PhD menegaskan bahwa ISO 9001 adalah suatu persyaratan bagi Sistem Manajemen Mutu yang mengacu pada Standar Internasional dan bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku secara terus-menerus sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
PDAM Tirtanadi mendapatkan sertifikat ISO pertama kali untuk IPA Deli Tua di tahun 2000 yaitu ISO 9001 : 1994 dan di up-grade menjadi ISO 9001 : 2000 di tahun 2003 sekaligus IPA Sunggal selanjutnya dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan ISO 9001 : 2000 di kedua IPA tersebut di integrasikan dengan ISO 14001 : 2004 (Sistem Manajemen Lingkungan) yang disertifikasi tahun 2005. Dalam rangka meningkatkan pelayangan terhadap pelanggan dilakukan sertifikasi untuk cabang pelayanan dan sebagai pilot project diterapkan untuk dua cabang yaitu Cabang Sunggal dan Cabang Padang Bulan tahun 2006. Selanjutnya untuk kantor Pusat pada tahun 2007, sedang untuk IPA Limau Manis dan IPA Hamparan Perak pada tahun 2008.
Sertifikat ISO Corporate yang diterima Gubernur Sumatera Utara tanggal 14 Agustus 2009 merupakan penggabungan dengan dari Sistem Manajemen Mutu dari yang selama ini terpisah. Tujuannya agar terdapat penyatuan dan penyeragaman sistem yang ada dalam ruang lingkup corporate sehingga lebih optimal dan dari segi biaya lebih efisien.
Adapun ruang lingkup ISO Corporate ini terdiri dari 35 unit kerja (15 Divisi/setingkat, 14 Cabang Pelayanan Zona 1, 4 Instalasi Pengolahan Air, Laboratorium dan Bengkel) dan telah di audit oleh Badan Sertifikasi TUV NORD sekitar bulan Juli yang lalu dan hasilnya direkomendasi mendapatkan sertifikat ISO 2008 dan sertifikat ISO 14001 : 2004 untuk IPA Deli Tua dan Sunggal.
Dari kesekian kalinya penghargaan yang diperoleh oleh PDAM Tirtanadi ini menunjukkan bahwa perusahaan air minun ini memiliki komitmen yang tinggi dan fokus pada pelayanan dan kualitas yang prima. Perbaikan yang dilakukan tidak hanya setengah-setengah, melainkan perbaikan secara terus menerus (continuing Improvement) secara menyeluruh. Semua elemen dilibatkan baik dari segi atasan maupun karyawan. Mereka berbaur da bekerja sama dalam upaya menjaga dan mempertahankan ISO yang telah dimiliki. Disamping itu mereka juga terus digalaka untuk mendapatkan ISO selanjutnya untuk cabang IPA yang lain yang masih belum terstandarisasi
Jadi untuk mewujudkan visi dan misi PDAM Tirtanadi perusahaan, maka perusahaan harus menyusun suatu kebijakan mutu yang merupakan komitmen secara terus – menerus untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kualitas air dan kontinuitas air untuk memuaskan pelanggan PDAM Tirtanadi dan stakeholders dalam rangka mencapai visi perusahaan. Audit yang dilakukan juga harus secara konsisten sehingga instansi tidak perlu khawatir akan penurunan mutu atau inkonsisten mutu produk atau jasanya. Selain itu, karena standar ini internasional, suatu instansi yang telah mengimplementasinya akan diakui dunia sebagai produk atau jasa yang bermutu dan terpercaya.


2.             Kesuksesan Universitas Sahid Jakarta
          Universitas Sahid Jakarta memperoleh sertifikat standar mutu internasional ISO 90012008 dan IWA 112007 dari Bureau Veritas Certification Prancis, setelah berhasil menerapkan sedikitnya delapan sasaran mutu. Piagam sertifikat ISO tersebut diserahkan Tjatur Heru, perwakilan Bureau Veritas Certification Prancis di Indonesia, kepada Sutyastie Soemitro Remi, Rektor Universitas Sahid Jaya disaksikan Nugroho B. Sukamdani, Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, pemilik perguruan tinggi ini.
          Nugroho mengatakan pengakuan standar mutu internasional menjadi tuntutan untuk jaminan mutu pendidikan. Oleh karena itu, kami berharap bisa menjadi tuntunan untuk memberikan pelayanan pendidikan yang prima bagi semua stakeholders, terutama para dosen dan mahasiswa, sehingga dapat memacu menjadi kampus unggulan.
          Rektor Universitas Sahid Jakarta, Sutyastie Soemitro Remi mengatakan delapan sasaran mutu yang diterapkan antara lain pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar dan mengajar. Jika saat ini baru 45%, dalam 3 tahun ke depan harus mencapai 100%, sehingga baik mahasiswa maupun dosen harus menyiapkan diri dengan teknologi dan internet.
          Sasaran lainnya sehingga peruguruan tinggi ini berhasil mendapatkan ISO adalah :
1.             Menjamin mahasiswa lulus tepat waktu, 6 bulan setelah lulus harus sudah bekerja. Universitas Sahid memiliki career development centre untuk melacak sejauh mana para lulusan sudah terjun ke dunia kerja atau menciptakan sendiri lapangan kerja.
2.             Di sisi dosen, juga harus ada peningkatan keahlian bahkan tingkat kehadiran serta mata kuliah yang akan dan telah disampaikan dimonitor dengan baik sehingga akan berdampak pada kualitas pendidikan. Oleh karena itu, pengakuan internasional dari biro sertivikasi Prancis ini harus terus dipertahankan dan setiap 6 bulan akan dievaluasi. Kalau pencapaiannya menurun, pengakuan bisa dianulir
          ISO 9001 versi 2008, mengedepankan pada pola proses bisnis yang terjadi dalam organisasi perusahaan sehingga hampir semua jenis usaha bisa mengimplementasikan sistem manajemen mutu ISO 9001 ini, termasuk bidang pendidikan. Adapun International Workshop Agreement (IWA) 112007, tambahnya, adalah panduan penerapan sistem manajemen mutu ISO 90012008 bagi institusi pendidikan
          Jadi yang terpenting adalah bagaimana menciptakan sinergisitas anatar elemen yang ada pada perguruan tinggi. Disamping itu kita juga tidak boleh mengabaikan pihak lain yaitu stakeholder. Perlu diketahui bahwa tujuan semua stakeholders adalah mengubah paradigma untuk memberikan pelayanan dan mutu pendidikan yang terbaik. Sehingga penerapan standr kualitas internasionalinidapat terjaga sehingga mampu mewujudkan terciptanya kualitas mutu pendidikan yang baik dan bermartabat.

REFERENSI

http://bataviase.co.id/node/131436Universitas Sahid peroleh standar mutu internasional, diakses tanggal 25 Maret 2010

0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Catatan Sang Penulis. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator