Tampilkan postingan dengan label Ini Ceritaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ini Ceritaku. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 April 2016

Dari RINDAM ke GSPP ke GSDI



Setelah 4 Tahun selesai mengikuti pendidikan di Rindam Jaya Jakarta
Alhamdulillah sampai sekarang..detik ini..saya menulis ini..masih diberikan amanah untuk mengabdi
dan berkontribusi di salah satu perusahaan perkebunan kelapa sawit terbesar di Indonesia..
Ya...PT Astra Agro Lestari Tbk, secara kebetulan saya ditempatkan di Area Borneo 1 di daerah dimana sempat terkenal di seluruh Indoneisa melalui pemberitaan TV terkait jatuhnya Air Aisa setahun yang lalu dan pemberitaan kasus Bupati nya...
Benar sekali..Pangkalan Bun ..Kota Manis ..yang menjadi tempat labuhan saya untuk berkontribsusi di bisnis perkebunan kelapa sawit ini.

Pertama kali masuk di Kalimantan agak sedikit takut karena suku Dayaknya dan orang2 pedalaman disini
eh...ternyata disini sama saya dengan tinggal di Jawa..sehari-hari baik di kantor maupun di lingkungan tempat tinggal hapir 90% semua menggunakan bahasa Jawa..Alhamdulillah jadi ga horor lagi

Menjani masa MT di PT GSPP selama 6 bulan dengan mentor dan sahabat yang luar biasa kompak
Banyak ilmu dan pelajaran yang saya dapat di sana..kebersamaan (paling utama potong ayam dan masak2 bareng), guyub rukunya dan lingkunganya membuat saya betah menjalani masa MT di PT ini..terlebih saat Lebaran Idul Fitri tahun 2012 lalu pertama kalinya saya berlebaran di tanah rantau, jauh dari keluarga,,tapi menemukan keluarga baru di PT ini

6 bulan sudah terlalui dan alhamdulillah saya diangkat dan ditempatkan masih di Area B1 ini yaitu bergeser ke PT sebelah yaitu PT GSDI..Mengawali karir di PT GSDI sebagai Kabag HRGA...cukup menantang dan berkesan (complicated lah) mengemban amana di bagian ini. Dengan karakteristik orang kebun yang beragam dan unit menjadi tantangan buat saya untuk menyelami lebih jauh tupoksi (baca : jobdes) terkait jabatan ini

Tahun pertama terlalu, tahun kedua semakin banyak pengalaman yang saya dapatkan terlebih saat menyelesaikan kasus terkait ketenagakerjaan..Ilmu yang luar biasa
Di tahun kedua selain pengalaman tersebut saya juga berhasil menemukan secercah harapan dari perjalanan panjang pencarian saya..heheheee
Yup..alhamdulillah atas ijin Allah dan skenario Allah yang santa Indah..akhirnya saya dipertemukan dengan jodoh saya di tahun Kedua ini di PT GSDI juga..(cerita nya menyusul ya...)

Tahun ketiga masih diminta untuk melanjutkan amanah di HRGA sampai pertengahan tahun 2015,,dan tepat 1 Agustus 2015 saya diberikan tantangan untuk mengemban amanah di bagian lain tapi masih di PT yang sama yaitu di Bagian Keuangan


Sampai sekarang masih berkutat dengan tugas di bagian Keuangan..Ilmu baru dan semangat baru..belajar terus belajar untuk kebaikan bersama


Selalu semangat...
Awali dengan niat ..
Bekerja penut amanat..




Minggu, 09 Juni 2013

Kenangan Bintalsik Rindam Jaya, PT Astra Agro Lestari Tbk, April 2012



......Dari segala penjuru, kami datang tuk bersatu, sama-sama merasakan, suka duka di Rindam Jaya,oaeyo....oaeyo....oaeyo...oaeyo. Selamat tinggal kekasihku, aku pergi tak akan lama, hanya 3 minggu saja, kita pasti kan berjumpa, oaeyo....oaeyo....oaeyo...oaeyo......




Itulah kutipan salah satu lagu yang kurang lebih 18 hari saya dan rekan-rekan sering lantunkan dengan penuh semangat. Ya..dibawah satu komando kami selalu melantunkan lagu-lagu penyemangat yang telah diberikan oleh pelatih kami di sini. Di Rindam Jaya tempat kami ditempa untuk menjadi pemimpin di Astra.
Berawal pada tanggal 16 April 2012 tepatnya sekitar pukul 15.12, rombongan kami - PMDP PT. Astra Agro Lestari Tbk (AAL) Batch 6 – berangkat dari kantor pusat AAL di Kawasan Industri Pulo Gadung. Dengan jumlah 33 (31 laki-laki dan 2 perempuan) orang dan dengan perasaan dag....dig....dug...ga karuan, disertai langkah pasti bis dengan kecepatan yang tidak pelan (meskipun sempat nyasar jalan), akhirnya rombongan kamipun tiba di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Resimen Induk Daerah Militer Jaya (Rindam Jaya) di daerah Condet Jakarta Timur.
Sebelum melangkah lebih jauh lagi, sebelumnya saya nerikan informasi bahwa pendidikan di Rindam Jaya ini merupakan rangkaian dari proses pendidikan menjalani masa Management Trainee (MT) yang dilaksanakan selama 6 bulan yaitu mulai April sampai Oktober. Diawali dengan In class Training (ICT) 1 selama 1 hari, Pendidikan selama 18 hari di Rindam Jaya, ICT 2 di Resort Prima Cipayung Puncak Bogor selama 12 hari, dan terakhir Field Training (OJT) di site belajar selama 5 bulan sampai pada proses pengangkatan.
Okee..selanjutnya kita akan berfokus pada pendidikan di Rindam Jaya. Pendidikan ini diberi nama Pembinaan Disiplin,  Mental dan Fisik (Bintalsik). Selama kegiatan kami diharusan memakai seragam yang menyerupai tentara, lengkap dengan sepatu boot, kopel dan peplesnya. Seragam ini wajib selalu kita gunakan setiap hari. Seragam ini dibagikan awal sekali saat kita pertama kali menginjakkan kaki di Rindam. Sebelum menaruh barang-barang bawaan kami, sudah diwajibkan menggati pakaian kami dengan seragam yang sudah disiapkan. Ada yang kebesaran, ada yang kekecilan, ada yang tertukar...lucu pokoknya saat semua menggenakan seragam tersebut. Masih terdapat juga raut muka sedikit takut diantara kami. Ada juga yang santai, yang parah lagi yang tidak berekspresi alias datar-datar saja. Kalau saya mah sudah tau bakal diapain saja sudah sering mengikuti kegiatan yang hampir mirip saat Pramuka di SMA maupun saat jadi mahasiswa dulu (sombong ini ceritanya,,heheheeh). Selanjutnya kami digiring ke barak untuk menaruh barang bawaan kami. Dan setengah hari tersebut kami lalui dengan biasa saja.
Hari pertama setelah pembukaan, kami langsung menjalani masa orientasi medan. Mulai dari lari, jongkok, merayap sampai guling-guling pun kami lakukan dengan rute mengelilingi seluruh wilayah area Rindam Jaya. Melewati halang rintang sampai berendam di kolam suci (baca : kolam lumpur) dan melakukan pushup juga kami lakukan. Lumayan menyenagkan sih dengan nada intruksi dari komandan yang terkadang keras dan lantang namun masih diselingi dengan guyonan-guyonan yang bisa membuat kami ga tegang lagi, meskipun saya yakin banyak yang dalam hati tidak demikian,

            Setelah menjalani masa orientasi medan tersebut, kamipun mulai menjalani aktivitas rutin di Rindam Jaya yaitu. Berikut aktivitas dan pengalamn seru selama menjalani masa pendidikan :
-          Kegiatan pagi dimulai pukul 4.00, yaitu diawali dengan pembinaan fisik pagi (senam pagi, lari) dilanjut sholat dan bersih diri
-          Melaksanakan curve (kerja bakti) membersihkan ruangan makan, barak, ruang kelas dan halaman di sekitar Dodik Bela Negara (merupkan salah satu satuan pendidikan di Rindam Jaya yang menjadi PIC pendidikan kami)
-          Setiap melakukan makan, selalu diawali dan diakhiri dengan doa. Makan tidak boleh bersuara, harus dihabiskan (meskipun tidak semuanya menghabiskan). Masih jelas teringat instruksinya.....Hentikan kegiatan...Duduk siap grakk...mengawali makan siang marilah kita berdoa, berdoa mulai....selesai...istirahat ditempat grak...serentak menjawab “selamat makan”.....begitulah setiap hari ritual makan kami di Rindam Jaya. Satu yang sungguh berkesan adalah menu makanan yang sudah bisa ditebak setiap hari dan selalu itu-itu saja, yang sering tidak berubah (baca : sama) adalah menu sarapan pagi yang dikenal dengan menu granat (nasi, telur bulat, tempe, kerupuk dan sayur kol bening), selebihnya yang paling sering adalah lauk bandeng. Meskipun demikian, pada dasarnya kami menikmati kebersamaan di meja makan ini.
-          Setiap malam kami selalu melaksanakan jaga serambi bergantian selama 1 jam sekali. Jaga serambi dimulai pukul 10.00 sampai pukul 04.00 dengan jumlah orang yang berjaga adalah 2 orang.
-          Setiap perpindahan tempat, entah itu dari barak ke lapangan, barak ke tempat makan, dari kelas ke barak, kelas ke masjid dan sebagainya selalu kami lakukan dengan berbaris dan bernyanyi. Wajib bersuara saat berjalan dengan bebraris dan harus rapi dan kompak. Berikut list lagu yang sering kami nyanyikan saat melakukan perpindahan dari satu tempat ke tempat lain : dari segala penjuru, minggir dong, jablay, forget to me, rindam jaya, mars bela negara, dan lagu-lagu kebangsaan seperti halo-halo bandung, dari sabang sampai merauke, maju tak gentar dll
-          Saat melakukan kegiatan favorit ekstra puding, selalu hampir bisa ditebak jajan apa yang akan diberikan.. Yup,,betul,..ya itu-itu saja jenis jajan nya cuma di selang seling saja. Yang paling berkesan adalah istilah Mobil Malaikat, yaita mobil berwarna putih sudah agar kusam warnanya yang snentiasa mengantarkan makanan ekstra puding kami.
-          Kegiatan yang paling males dilakukan oleh teman-teman adalah saat pembinaan fisik siang yang kebanykan di isi dengan lari keliling lapangan rindam. Setelah itu langsung disuruh makan, bagi yang tidak terbiasa tentu nafsu makan akan hilang (seperti saya), tapi ada juga yang tetap lahap makan, karena menu yag paling enak adalah menu makan siang lengap dengan buah “duet maut” antara pisang dan semangka.
-          Kegiatan PBB (Peraturan Baris Berbaris) dan BDM (Bela Diri Militer) juga menjadi pelajarn yang kami terima selama di Rindam. Tak lupa kegiatan lain yang sangat berkesan dan memberikan pengalam baru adalah mountainering, samaran, jalan peta dan kompas, TWB (team work building) dan Caraka Malam
Itulah sekelumit cerita yang bisa saya bagikan sebagai pengalaman selama mengikuti pendidikan di Rindm Jaya. Banya sekali ilmu baru, pengalaman, dan pesan yang kami dapatkan di Rindam. Betapa pentingnya menghargai waktu, berdisipilin pada diri sendiri, menghargai betapa erat kebersamaan ini, dan tips-tips menjadi seorang pemimpin merupakan beberap insight yang kami dapatkan. Semoga bisa teraplikasikan di dunia kerja kami nantinya. Terakhir,,,Cuma mau menyampaikan bahwa di Rindam segala sesuatunya diatur mulai dari kita tidur, bangun dan tidur lagi, semua ada atruranya. Tapi hanya ada satu yang tidak bisa diatur yaitu “bernafas”...itu saja. Sebagai penutup ini adalah lagu favorit kami saat melakukan perpindahan tempat...

Minggir dong...minggir dong...minggir dong, pasukan Astra Agro mau lewat, jangan ditengah-tengah, nanti terinjak-injak, Minggir dong...minggir dong...minggir dong, Mau marah silahkan, mau benci silahkan, asal jangan kau putuskan cintaku, yiiiiiihhhhaaaa....

Lama tidak menyapa....

 Akhirnya bisa kembali membuka media yang sempat menjadi penyemangat dalam menyusuri dan mengisi keterjagaan dalam menanti sebuah pembaharuan dalam perjalanan mencari tempat yang sesuai dengan passion. Selama hitungan hari sebuah goresan-goresan kecil secara perlahan mulai ter ekspresikan dalam sebuah bingkai media yang baru dipelajari dan memberikan arti. Sebuah goresan yang masih jauh dari kemahiran seorang penulis sejati. Hanyalah curahan yang menjadikan lahan untuk mengekpresikan

Sekarang hampir setahun telah berlalu, sangat miris jika kubuka kembali media yang telah mengisi keterjagaanku. Semua sedikit sudah berubah dengan keseharian dan kebiasaan yang kurang untuk mendukung kembali memunculkan gairah seperti dulu, bahkan untuk memulai. Namun saya yakin gairah itu akan tetap ada dan perlu waktu dan suasana yang bisa meleburkanya kembali. Ingin sekali bisa memulai lagi di saat semuanya sudah berubah tidak seperti dulu lagi

Sekedar menyapa, setahun waktu yang cukup lama..
Semoga bisa menorehkan kembali goresan-goresan kecil dan bisa berbagai dengan sahabat kembali

Minggu, 08 April 2012

Kenangan di Pantai Balekambang


Unforgetable Moment in Balekambang Beach with our Beloved Friends (Ikhwan Mosaic 2007)




Perjalanan cerita ini dimulai ketika kita bersepakat untuk melakukan jalan-jalan dengan tujuan untuk kebersamaan dan kesolidan persahabatan kita setelah hampir 5 tahun ini. Awalnya kami dipertemukan dalam organisasi yang luar biasa yang telah memberikan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat bagi kami semua, Moslem Student Association of Economic Faculty (MoSAIC). Dan selanjutnya kami tergabung dalam Forju Ikhwan (Forum 2007 Ikhwan) yang terdiri dari kurang lebih 10 anggota dengan berbagai jurusan yang berbeda.
Akan tetapi, sayangnya dalam perjalanan kali ini hanya 4 anggota saja yang bisa bergabung. Dimulai dari “syuro” (baca : rapat) yang dihadiri 5 anggota untuk menentukan destinasi jalan-jalan kami yang menghasilkan opsi antara Gunung Bromo dan Pantai Balekambang. Namun pada pertemuan pertama itu belum menghasilkan keputusan terkait kapan dan tempat mana yang akan kita kunjungi. Yah, maklum sangking pada sibuknya dengan agenda masing-masing yang tidak bisa ditinggal. Akhirnya terjadilah pertemuan kedua yang kali ini hanya dihadiri oleh 4 orang saja. Pertemuan singkat dan mendadak di malam hari itu menghasilkan keputusan bahwa kita akan mengujungi Gunung Kelud – supaya bisa mampir dan bersilaturahmi ke rumah salah satu anggota di Kediri – dan tanggal yang disepakati adalah 7 April 2012 yang bertepatan lusa harinya.
Pada hari yang telah disepakati, tiba-tiba ada salah satu anggota yang merubah peta jalan kita. Kesepakatan untuk berkunjung ke Gunung Kelud dibatalkan (entah kenapa kok tiba-tiba dibatalkan). Dengan berbagai pertimbangan yang matang, akhirnya kita menyepakati untuk berangkat ke salah satu alternatif tujuan semula yaitu di pantai Balekambang. Dengan perbekalan seadanya ala backpaker kami pun memulai perjalanan dari Surabaya menuju Malang dengan menggunakan dua sepeda motor. Yang awalnya kami bersepakat untuk berangkat pukul 7 pagi, alhasil molor juga dengan berbagai alasan klasik (yah..tau sendiri kan bagi yang dulunya pernah jadi aktivis dikampus) dan karena satu alat yang membuat kami bingung kesana-kemari mencari pinjaman, yupps it’s called Camera. Tapi ujung-ujungnya tetap saja kami tidak mendapatkanya.
Tepat jam 08.30 kami berangkat menuju Malang dengan bondo nekat karena memang tdak ada yang tau jalan menuju ke Balekambang. Kami berangkat dengan ekspektasi akan melihat panorama pantai yang indah dan bagus. Disepanjang perjalanan ada saja ulah dari kami. Ada yang usil merekam perjalanan kita, ada yang bercandaan saat berhenti di lampu merah atau saat bersebelahan di jalan (baca : pas jalan sepi) dan ada juga yang sebagian dari kami masih ngantuk karena malam sebelumnya mengkuti agenda Mabit. Dan yang lebih luar biasa lagi adalah ada juga yang masih menjalankan ibadah Puasa tengah bulan.. Subhanallah..
Setelah berjalan melalui Sidoarjo, Pasuruan dan akhirnya tibalah di Malang. Nah...dari sini kami mulai bingung untuk menentukan arah. Seperti biasa jururs bertanya dikeluarkan, dengan penuh antusias bapak-bapak yang agak berumur dan berbadan subur yang sedang duduk santi dipinggir jalan itu, memberikan informasi bahwa jalan saja ke arah Turen (20 km dari tempat kami bertanya) dan dari sana ikuti saja arah petunjuknya. Selanjutnya kami mengikuti petunjuk dari bapak tadi dan setelah menempuh waktu sekitar 30 menit sampailah kami di daerah Turen. Betapa senangnya kami setelah membaca petunjuk arah dengan tulisan Pantai Balekambang dan betapa kagetnya juga setelah membaca tulisan kecil dibawahnya “33,5 km”.  Namun dengan demikian justru membuat kami semakin kencang memacu laju kendaraan kami. Meskipun sudah pada pegel semua tapi tetap semangat untuk segera menuju ke ini pantai.
Akhirnya setelah menempuh waktu sekitar 4 jam kamipun sampai di TKP. Welcome Balekambang. Ternyata tidak sia-sia perjuangan kami menempuh perjalanan yang melelahkan. Kondisi siang hari saat itu yang cerah telah membuat kami sedikit gerah. Namun karena pemandangan pantai yang cukup indah gerah yang kami rasakan pun sedikit hilang. Hal yan kami lakukan setelah kami sampai adalah bersih-bersih dan Sholat terlebih dahulu di Mushola yang letaknya tak jauh dari pusat keramaian pantai namun berada di pojokan.
Selesai sholat kami bergegas ke pantai untuk menikmati suasana dan pemandangan yang disuguhkan oleh Balekambang ini. Kamipun menyewa tikar rame-rame dan merebahkan tubuh sejenak di daratan berpasir tepi pantai dengan sejuta keindahan pemandangan alam. Setelah dirasa cukup fit kembali, beberapa diantara kami langsung melakukan observasi, melihat-lihat keindahan yang tersembunyi di Balekambang, sementara ada juga yang masih menimati nyamanya rebahan di bawah pohon besar dipinggir pantai dengan beralaskan tikar.
Berikut ini beberapa gambar yang sempat saya abadikan dengan menggunakan HP, meskipun tidak terlalu bagus, tapi setidaknya memuaskan.heheheehee
Ini adalah kondisi pantai saat kita pertama kali sampai di Balekambang. Tampak ramai pengunjung yang lagi asyik bermain air.

Kondisi pantai setelah beberapa jam kami sampai di TKP. Air sudah mulai surut dan sudah mulai tampak batu-batuan indah dengan beberapa biota laut yang hidup dan bersembunyi di sela-sela bebatuan kecil tersebut

Jembatan yang menghubungkan kita dengan Pulau Ismoyo dimana di tengah pulau keil tersebut terdapat Pura. Gambar di atas adalah pada saat air surut, jika air pasang maka pasir dibawah jembatan tersebut akan tertutup dengan air laut

 Pulau Ismoyo dengan Pura ditengahnya. Gambar diambil saat menjelang senja.

Saya sedang berada di sisi barat Pulau Ismoyo dengan air laut yang masih surut

Saya sedang berada di atas pulau Ismoyo tepatnya di sebelah kanan Pura. Nampak dari sini bebatuan pantai Balekambang saat surut yang terbentang luas. 

Ini adalah sisi lain dari pantai Balekambang. Terdapat pulau yang tidak terawat. Kondisi jembatan yang sudah rusak dan daerah ini jarang sekali dijamah oleh pengunjung. Pulai ini terletak di ujung barat pantai Balekambang.

Sunrise di Balekambang. Tampak air sudah mulai pasang kembali. Gambar terlihat dari sisi timur pantai Balekambang

Itulah beberapa gambar yang sempat kami abadikan. Mudah-mudahan dapat memberikan gambaran tentang objek wisata pantai Balekambang. Oiya lupa,,untuk tarif masuk ke objek wisata kita dikenakan Rp. 10.000 dengan biaya parkir Rp. 1000. Disini juga terdapat tempat penyewaan tikar dan tenda. So,,,bagi yang mau bermalam di pantai silahkan bisa menyewa tenda, atau bisa juga menginap di penginapan yang disediakan di sekitar pantai tersebut. Untuk makanan, saya rasa cukup murah dan enak juga. Warung makanan dan minuman di Balekambang ini semuanya mencantumkan daftar harga dengan kisaran harga Rp. 5000 - Rp. 7000. Jadi tidak usah khawatir untuk "ditipu" penjual disini. Satu yang paling berkesan adalah saat kami menikmati es degan hijau dengan pentol cilok yang cukup nikmat sambil menyaksikan sunrise. Terakhir kami meninggalkan objek wisata sekitar pukul 18.30 dengan membawa pengalaman yang luar biasa.

OK guys.....!!!!! Sampai jumpa pada perjalanan berikutnya dengan tempat yang lebih seru dan     personil yang lebih lengkap lagi...Love u all cz Allah...

Jumat, 06 April 2012

Akhirnya Tertulis Juga



Wahai Engkau yang Telah Melumpuhkan Hatiku


"Hati yang menunduk senantiasa menceluplah kejernihan, dalam niat-nat hingga dalam saat-saat. Semoga gelisah ini karena iman, sehingga ada keterjagaan yang menenangkan serta baik sangka yang menggerakkan. Menunduklah diriku di saat takut  menatap, karena dalam takut dan tundukku, Allah senantiasa membersamai"

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku
Tak terasa empat tahun aku memendam rasa itu, rasa yang ingin segera kuselesaikan tanpa harus mengorbankan perasaanku atau dirimu. Seperti yang engkau tahu, aku selalu berusaha menjauh darimu, aku selalu berusaha tidak acuh padamu. Saat di depanmu, aku ingin tetap berlaku dengan normal dan apa adanya walau perlu usaha untuk mencapainya.
Tahukah engkau wahai yang mampu melumpuhkan hatiku? Aku merasa beruntung untuk tidak pernah berkata bahwa aku mencintaimu, walau mungkin aku teramat sakit saat mengetahui bahwa mungkin saja aku bukanlah mereka yang engkau cintai walaupun itu hanya sebagian dari prasangkaku. Jika boleh aku beralasan, mungkin aku cuma takut engkau akan menjadi “illah” bagiku, karena itu aku mencoba untuk mengurung rasa itu jauh ke dalam, mendorong lagi, dan lagi hingga yang terjadi adalah tolakan-tolakan dan lonjakan yang membuatku semakin tidak mengerti.

Wahai engkau yang melumpuhkan hatiku,
Andai aku boleh berdoa kepada Allah, mungkin aku ingin meminta agar dia membalikkan sang waktu agar aku mampu mengedit saat-saat pertemuan itu - pertemuan yang tidak pernah kita sangka dalam waktu dan tempat yang sama -  hingga tak ada tatapan bersilang dengan pendengaran pertama itu yang membuat hati ini terus mengingatmu. Mencoba menerka-nerka dan meyakinkan hati ini, apakah benar itu dirimu. Jarang aku memandang wanita, namun satu pandangan saja mampu meluluhkan bahkan melumpuhkan hati ini. Andai aku buta, tentu itu lebih baik daripada harus kembali lumpuh seperti ini.
Banyak lembaran buku yang telah kutelusuri, banyak teman yang telah kumintai pendapat. Sebagian mendorongku untuk mengakhiri segala prasangkaku tentangmu, tentang dia, karena sebagian prasangka adalah suatu kesalahan, mereka memintaku untuk membuka tabir lisan ini juga untuk menutup semua rasa prasangkamu terhadapku. Namun di titik yang lain ada dorongan yang begitu kuat untuk tetap menahan rasa yang terlalu awal yang telah tertancap dihati ini dan membukanya saat waktu yang indah yang telah ditentukan itu (andai itu bukan suatu mimpi).

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,
Mungkin aku bukanlah pejantan tangguh yang siap untuk segera menikah denganmu. Masih banyak sisi lain hidup ini yang harus ku kelola dan kutata kembali. Masih terdapat amanah besar yang menantiku untuk menujunya dan memberikan sebentar perhatianku padanya. Juga kamu wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kamu yang dengan halus menolak diriku menurut prasangkaku dengan alasan menyegerakan untuk menyempurnakan separuh iman. Sungguh aku tidak ingin menanggung beban ini yang akan berujung ke sebuah kefatalan kelak jika hati ini tak mampu kutata. Meskipun sedikit aku tersadar bahwa ada sesuatu yang mungkin tidak bisa untuk dipaksanakan. Ada ego yang sangat sulit untuk diluluhkan.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,
Mungkin saat ini hatiku milikmu, namun tak akan kuberikan setitik pun saat-saat ini karena aku telah bertekad dalam diriku bahwa saat-saat indahku hanya akan kuberikan kepada bidadari-ku nanti. Tolong bantu aku untuk meraih bidadari-ku bila dia bukanlah dirimu. Tolong bantu aku untuk tetap bisa bertahan dalam keterjagaan serta penjauhan diri. Kadang aku bingung, apakah penjauhan ini merupakan jalan yang terbaik yang berarti harus mengorbankan ukhuwah diantara kita atau harus mengorbankan iman dan petuah suci hanya demi hal yang tampak sepele yang demikian itu.

Aku yang tidak mengerti diriku…
Ingin ku meminta kepadamu, sudikah engkau menungguku hingga aku siap dengan tegak meminangmu dan kau pun siap dengan pinanganku?! Namun wahai yang telah melumpuhkan hatiku, kadang aku berpikir semua pasti berlalu dan aku merasa saat-saat ini pun akan segera berlalu, tetapi ada ketakutan dalam diriku bila aku melupakanmu…Aku takut tak akan pernah lagi menemukan dirimu dalam diri mereka-mereka yang lain. Karena bagiku tidak mudah untuk menemukan pasangan kunci yang dapat membuka kesucian hati dalam mihrab cinta sejati yang aku miliki. Perlu waktu yang mungkin akan menjadikanku terdiam dalam kekalnya keterjagaan.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,
Ijinkan aku menutup surat ini dan biarkan waktu berbicara tentang takdir antara kita. Mungkin nanti saat dimana mungkin kau telah menimang cucu-mu dan aku juga demikian, mungkin kita akan saling tersenyum bersama mengingat kisah kita yang tragis ini. Atau mungkin saat kita ditakdirkan untuk merajut jalan menuju keindahan sebahagian dari iman, kita akan tersenyum bersama betapa akhirnya kita berbuka setelah menahan perih rindu yang begitu mengguncang.

Wahai engkau yang telah melumpuhkan hatiku,
Mintalah kepada tuhan-mu, tuhan-ku, dan tuhan semua manusia akhir yang terbaik terhadap kisah kita. Memintalah kepada-Nya agar iman yang tipis ini mampu bertahan, memintalah kepada-Nya agar tetap menetapkan tawakal ini pada tempat yang selayaknya.


"Andai dapat kubaca catatan langit, Mungkin gundah ini takkan pernah ada, Maka kupasrahkan rasa dan asaku pada-Mu, Ya Rabb…
Karena aku milik-Mu"



 Dikutip dari berbagai sumber*

Senin, 26 Maret 2012

Sekilas Tentang Penulis Part 2


Masa mengarungi perjalanan dan pelajaran kehidupan kampus selama kutang lebih 3 tahun 8 bulan yan penuh arti dan pengalaman yang luar biasa, akhirnya saya telah merasakan udara kebebasan terlepas dari status mahasiswa. Ada senang ada dukanya. Senang bisa memperoleh gelar Sarjana Manajemen(S.M) dan dapat membuat orang tua bangga dan bahagia. Sedihnya adalah ketika saya harus berpisah dengan teman-teman seperjuangan baik teman kuliah satu angkatan maupun teman-teman di organisasi (BEM Unair 2010, BLM FE UNAIR, MoSAIC, UKM Penalaran) yang telah memberikan warna dan pengalaman selama mengukir sejarah perjuangan dan prestasi bersamadi kampus tercinta.
Selanjutya tak pelak, pertanyaanya besar muncul “what I want to be ?”....awalnya setelah dinyatakan lulus ujian skripsi, muncul dilema antara melanjutkan sekolah S2 ataukan bekerja. Meskipun sudah ditawari beasiswa S2 ke salah satu universitas di Taiwan (dengan syarat harus menjadi dosen), namun tawaran itu dengan berat hati saya tolak. Meskipun banyak dari teman yang menyayangkan akan tawaran tersebut. Namun timng yang tidak pas jika saya harus melanjutkan S2 sekarang. Akhirnya saya tidak menerima tawaran tersebut, sedikit banyak rasa sungkan itu muncul ketika bertemu kembali dengan para dosen dan Kaprodi serta Wadek 2...
OK,,,that’s it,,!! Let’s Move on...Keputusan matang sudah diambil. Bekerja adalah best choice untuk sekarang ini. Dengan berbekal pada kemampuan dan percaya diri yang saya miliki, dengan yakin saya mulai mengirimkan lamarn ke beberapa perusahaan yang saya minati. Kebanyakan aplikasi saya kirimkan online melaui jobstreet.com ataupun jobsdb.com. Banyak sekali saya apply sekitar seratusan lebih (maklum lagi semangat-semangatnya). Ditambah lagi tepat satu bulan setelah saya lulus ada Job Fair di Gramedia Expo. Dan saya pun mengikuti jobfair tersebut. Di TKP saya bertemu dengan teman se almamater juga dan saling bertukar informasi tentang perusahaan yang akan dituju, awalnya tidak feel untuk apply di beberapa perusahaan soalnya perusahaan yang saya incar tidak membuka stand. Sebelumnya FYI:  bahwa saya tidak berminat dan tidak tertarik untuk bekerja di dunia perbankan, so..meskipun banyak uga bank yang buka lowowngan entah itu ODP atau PPS ya tidak bisa menarik hati saya.
Akhirnya dari hasil jobfair tersebut saya mendapat panggilan untuk tes di PT FIF yang ternyata sama teman saya di entrikan untuk mendaftar. Saya kaget karena sms nya sore di hari itu. Langsung sata cari informasi di google dan mendapatkan pencerahan ternyata ini adalah anak perusahaan Astra. Rasa senang mucul, soalnya Astra adalah salah satu tujuan meniti karir saya. Dan saya pun mencoba untuk mengikuti tes bersama dengan teman saya tadi. Beberaa tahap sudah kami lalui dan tibalah pada tahap terakhir dan kami pun bisa melalui sampai tahap terakhir yaitu Presesntasi dan Interview Panel oleh User (meskupun masih ada tes kesehatan, tapi katanya hanya formalitas,,,hahahha). Dengan semangat saya dan teman saya mengikuti proses tersebut dan alhasil yang membuat saya sedih dan merasa tidak “enak” adalah saat pengumuan dan ternyata saya lolos dan teman saya dinyatakan tidak lolos.
Setelah mendapatkan hasil tersebut, kembali muncul perdebatan di hati (agak lebay dikit)...Sesuatu yang telah menjadi komitmen saya untuk tidak berkecimpun di dunia perbankan sedikit banyak muncul lagi. FIF adalah dunia leasing, meskipun tidak mirip bank namun sesuatu yang berbau finance telah tidak berhasil menggoda saya. Namun karena gengsi sudah terlalu lama menunggu untuk dapat kerja dan FIF adalah perusahaan pertama yang menerima saya (Astra Group lagi), akhirnya saya menerima bekerja di FIF sebagai JODP. Meskipun sedikit rasa berat hati, namun tuntutan untuk harus bekerja secepatnya telah membuat saya memberanikan diri mengambil keputusan. Dan joint date di FIF saya tanggal 15 Juni 2011. So..FIF adalah first company saya.

to be continue.........

Kamis, 08 Maret 2012

Be Your Self


Jadilah Diri Sendiri 
Saat Mengikuti Tes Melamar Kerja




Jadilah diri sendiri...! ini merupakan suatu keharusan yang harus kita tonjolkan terutama saat akan memulai dalam meniti karir. Jadilah pribadi yang sesungguhnya dan apa adanya. Janganlah “mengklamufasekan” diri anda pada posisi yang cenderung menjadikan anda baik dan seolah-olah anda lah yang diinginkan oleh perusahaan. Pengalaman membuktikan seseorang yang sejak awal mengikuti seleksi  pekerjaan dengan tetap menjadi pribadi diri sendiri, telah berhasil dengan lancar menjalani serangkaian tes, bahkan tak banyak dari mereka yang diterima di perusahaan yang diimpikan tersebut.  Meskipun menjadi diri sendiri bukanlah satu-satunya kunci untuk mencapai keberhasilan, namun setidaknya bisa dijadikan alat bantu untuk lebih memudahkan kita dalam mengikuti seleksi-seleksi selanjutnya.
Karena jika berkaca dari fakta dilapangan bahwa, tidaklah selalu mudah bagi individu untuk memperoleh pekerjaan, apalagi di tengah sulitnya keadaan ekonomi dan lesunya berbagai jenis bisnis sekarang ini. Oleh karena itu dibutuhkan daya saing yang cukup tinggi dari setiap lulusan pendidikan tinggi untuk dapat memperebutkan lahan pekerjaan. Selain menjadi diri sendiri tentunya juga harus didukung dengan adanya kompetensi pribadi serta persiapan diri yang baik dalam mengikuti proses rekruitmen dan seleksi.
Berikut beberapa tips dalam mengikuti rangkaian tes pekerjaan yang bisa dilakukan untuk bisa lolos sampai tahapan akhir dan bisa diterima :
1.     Persiapkan aplikasi berkas lamaran secara lengkap. Susun rapi dan gali informasi berkas apa saja yang harus disertakan. Jika tidak terdapat informasi khusus dari perusahaan, biasanya yang harus disertakan dalam aplikasi adalah surat lamaran kerja, CV, , Foto copy KTP, ijazah, transkrip nilai dan foto terbaru. Hindari memakai “staples/heckter”, gunakanlah paperclip untuk menyatukan aplikasi tersebut. Dalam hal membuat CV usahakan semenarik mungkin dan mampu menunjukan nilai jual dan keunggulan anda
2.    Saat terpanggil untuk tes selanjutnya (biasanya adalah psikotes) maka hadirlah tepat waktu dan tunjukkan antusias anda terhadap posisi yang anda lamar. Dalam proses ini, umumnya dilakukan adalah melakukan pemeriksaan atau tes psikologis pada calon karyawan yang digunakan untuk meramalkan kemungkinan keberhasilan calon karyawan dalam jabatan atau pekerjaan tertentu. Oleh karena itu kunci utamanya adalah “ Jadilah diri sendiri”, jawablah setiap pertanyaan dan pernyataan yang sesuai dengan diri anda. Untuk soal pertanyaan jangan terlalu memaksakan anda harus menyelesaikanya dengan maksimal, ukurlah kemampuan anad sendiri. Sedangkan untuk soal pernyataan, saat menjawab jangan terlalu banyak dipikirkan, spontan dan pilihlah respon pertama yang menurut anda sesuai dengan kondisi anda saat ini. Jika itu dilakukan maka hasilnya akan bagus.
3.    Setelah mengikuti psokotes dan dinyatakan lolos biasanya akan terdapat FGD (Focus Group Discussion). Dalam FGD ini kembali kata kuncinya adalah “Jadilah diri sendiri”. Belum tentu orang yang vokal dan banyak berbicara dalam FGD dia yang terpilih, karena yang dinilai tidak hanyak kemampuan komunikasi saja. Berdasarkan pengalaman penulis, selama FGD jarang sekali berbicara dan menyanggah (karena pada dasarnya itulah sifat dari penulis). Namun 4 kali mengikuti FGD dengan melakukan peran yang tidak mendominasi, Alhamdulillah selalu lolos.
4.    Interview menjadi rangkaian tes selanjutnya, biasanya dimulai dari interview HRD sampai interview user yang dilakukan tidak hanya satu kali.  Interview ini merupakan suatu langkah penting yang menentukan diterima atau tidaknya diri anda dalam pekerjaan yang anda lamar. Oleh karena itu, persiapan diri anda sebaik-baiknya untuk mengikuti wawancara, antara lain dengan penampilan diri yang baik, menyiapkan berbagai dokumen seperti surat lamaran, daftar riwayat hidup, ijazah dan sertifikat lain yang mendukung. Dalam menjawab seputar pertanyaan dalam interview, jawablah pertanyaan secara jujur, jangan seolah-olah anda membuat diri anda sempurna dihadapan interviewer, karena mereka juga membawa hasil psikotes  dan CV anda, jadi apabila anda memaparkan tidak sesuai dengan yang dia baca, maka bisa jadi anda tidak akan lolos. Dan yang terpenting adalah saat interview user, usahakan anda bisa meraih hati user (calon atasan anda), bisa membangun komunikasi yang baik dan menampilkan kesan kerja sama dan keinginan untuk belajar lebih baik lagi.
5.    Setelah interview tahapan terakhir adalah medical checkup. Jangan khawatir bagi anda yang tidak memiliki penyakit yang serius, maka medchek ini bisa dikatan hanya sebagai “formalitas” saja. Namun ada juga yang gagal pada saat medcheck, semua kembali pada kondisi kesehatan anda saat mengikuti tes kesehatan
Itulah garis besar 5 tahapan tes pekerjaan yang biasanya dilakukan oleh perusahaan swasta di Indonesia. Pada dasarnya semua hampir sama, namun ada beberapa perusahaan yang melakukan modifkasi semisal terdapat tes presentasi terlebih dahulu setelah FGD. Intinya enjoy saja selama mengikuti rangkaian tes, jika anda menjadi siri sendiri maka akan diperlancar dalam menjalaninya dan ssuai dengan keinginan dan cita-cita anda. Aminnnn J

Minggu, 12 Februari 2012

Sepenggal Malam

Malam ini,,seperti sebelumnya malam ahad yang penuh barokah insyaAllah. Kembali merutinkan untuk memupuk kembali benih-benih penyejuk hati yang sekian lama mulai mengering. Bersama sahabat karib yang senantiasa menemani dan membersamai dalam berjuang dan bergerak bersama sejak menyandang gelar yang maha dahsyat yaitu mahasiswa. Berjalan penuh keyakinan ditengah dinginya hawa Surabaya, seakan menjadi saksi dan menemani setiap hembusan nafas dan kata-kata selama bercakap di jalan bahkan sampai ditempat tujuan.  Ya seperti biasa kami yang selalu datang belakangan namun tetap saja ukhuwah itu sangat erat dan hangat menyapa. Alhamdulillah kembali lagi bisa merasakan...,semoga tetap bisa istikhomah di jalan Nya.. “SALAM PEMBELAJAR YANG HAUS AKAN ILMU” 

Sabtu, 11 Februari 2012

Introduction



sekilas Tentang penulis

Assalamu'alaykum Wr. Wb.
Perkenalkan.....Nama saya Muh. Ikhsan Hariadi. Saya biasa dipanggil Ikhsan dan ada beberapa teman-teman akrab saya memanggil saya dengan nama “Sandot”. Saya terlahir dua puluh empat tahun yang lalu, tepatnya pada hari minngu, 8 Mei 1988 di rumah saya tercinta. Saya terlahir pada pukul 17.00 WIB yaitu waktu menjelang berbuka puasa, sebab pada saat itu bertepatan pada bulan Ramadhan. Sekarang saya memiliki dua tempat tinggal yaitu rumah keluarga saya di Dsn. Pucung Ds. Jambean RT 03 RW 02 Kec. Kras Kab. Kediri Jatim. Sedangkan rumah kedua saya yaitu rumah kost yang beralamt di Gubeng Jaya III/ 12 Surabaya.
Sejak kecil saya hidup di keluarga yang sukup menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan kesederhanaan. Berbagai ilmu, nasehat, contoh, bimbingan dan kasih sayang saya peroleh secara bertahap pada keluarga yang senantiasa memberi saya rasa aman dan tenteram. Bimbingan kakeh dan nenek saya juga sangat berpengaruh pada perkembangan saya. Sebab sejak saya berumur 3 tahun, saya kebanyakan diasuh oleh kakek dan nenek saya. Ibu dan ayah sudah mulai mencari kerja buat memenuhi kebutuhan saya dan keluarga. Jadi yang paling berperan dalam perkembangan dan pembentukan sifat dan kepribadian saya mulai dari saya dapat bicara, berjalan masuk sekolah dan sampai kira-kira saya duduk di bangku SMA adalah kakek dan nenek saya. Ibu juga ikut memperhatikan tetapi frekuensi waktunya lebih sering kakek dan nenek saya. Ayah malah jarang sekali. Karena kerja di luar kota dan jarang sekali pulang, biasanya cuma satu bulan sekali
Keluarga saya terdiri dari empat orang yaitu Ayah, Ibu, saya dan Adik. Ayah bekerja proyek di Pergudangan Margomulyo Surabaya. Ibu bekerja sebagai karyawan di pabrik rokok Gudang Garam. Sedangkan adik saya  sekarang masih menempuh studi di SMAN 4 Kediri di kelas XII. Kakek saya keduaya telah meninggal. Kakek dari Ayah meninggal ketika saya berumur  2 tahun dan kakek dari Ibu saya meninggal tahun 2007 kemarin. Untuk nenek saya keduanya masih sehat sampai sekarang. Mengenai susunan keluarga, ayah saya adalah anak ke 4 dari 8 bersaudara sedangkan ibu anak pertama dari 4 bersaudara. Keduanya menikah diusia yang sama yaitu usia 22 tahun. Untuk pendidikan ayah dan ibu saya sama-sama tamatan Sekolah Dasar (SD).
Selanjutnya adalah perjalanan pendidikan saya :
  • TK Sakanira PG. Ngadiredjo
Masuk pada tahun 1994. Pada tingkatan ini proses pembentukan karakter dan sifat juga sudah mulai terproses. Pada saat TK saya suka dengan hal-hal yang berbau seni. Pernah mejuarai lomba Mewarnai tingkat nasional sebagai "peserta teladan". Saat TK ini saya terkenal dengan siswa yang pendiam, dan kurang berani berekspresi.

  • SDN Tales III
Saya masuk SD pada tahun 1995. Di masa SD saya mengalami perkembangan yang bisa dibilang cukup baik. Saya sudah mulai bisa bergaul dengan teman. Sudah berani membuka diri, dan aktif di sekolah. Saya pernah menjadi ketua kelas sebanyak 4 kali yaitu pada saat saya duduk di bangku kelas 2, kelas 4, kelas 5 dan kelas 6. Saya juga sering menjadi pemimpin upacara dan selalu diikutkan pada lomba-lomba untuk mewakili SD saya, contohnya lompa murid teladan. Prestasi yang paling membanggakan adalah sejak kelas 1 sampai kelas 6 saya selalu mendapatkan Rangking 1. Saya lulus SD dengan lulusan terbaik no.2 yaitu dengan NEM 42.40 dari 5 mata pelajaran.

  • SMPN 1 Ngadiluwih
Setelah lulus SD, saya melanjutkan ke sekolah favorit di kabupaten Kediri yaitu di SMPN 1 Ngadiluwih. Pada masa SMP saya mulai tertarik dengan organisasi dan sebagai aplikasinya saya mengikuti dua organisasi sekaligus yaitu OSIS pada tahun pertama dan kedua dan Pramuka selama saya menjadi siswa di SMPN 1 Ngadiluwih. Dua organisasi ini memberikan kontribusi yang cukup banyak untuk perkembangan karakter dan kepribadian saya. Pengalaman dan pelajaran berharga saya dapatkan dari keikutsertaan saya di organisasi tersebut. Apalagi ikut pramuka telah benar-benar membentuk jiwa kepemimpinan dan mandiri pada diri saya. Di pramuka ini saya dan teman-teman mewakili kabupaten kediri pada Lomba Tingkat Jawa Timur. Dalam hal akademik, saya tidak mengalami perubahan berarti. Kelas 1 saya mendapat rangking 1 parallel, kelas 2 di semester pertama turun menjadi rangking 3 tetapi di kelas 3 naik lagi menjadi rangking 1 Paralel sampai saya lulus SMP. Saya lulus dari SMPN 1 Ngadiluwih dengan hasil yang cukup bagus, meskipun tidak masuk sepuluh besar tapi masih bisa dikatakan baik. Saya lulus dengan NEM 25,83 dari tiga mata pelajaran.

  • SMAN 2 Kediri
SMAN 2 Kediri merupakan salah satu sekolah RSBI di Kediri. Dengan berbekal pengetahuan, pengalaman dan kepercayaan diri saya akhirnya diterima menjadi siswa SMA bergengsi ini pada tahun 2004. Segala sesuatu yang saya peroleh selama saya duduk dibangku SMP saya kembangkan disini, terutama untuk Pramuka. Ditahun pertama saya menjadi ketua kegiatan Kemah Wisata Pramuka Smada, dan di tahun kedua saya menjadi Kadiv PTA. Dari pramuka Smada inilah karakteristik dan kepribadian saya semakin matang. Untuk OSIS saya tidak ikuti, karena ingin lebih fokus juga pada pelajaran, sebab prestasi akademik saya di waktu SMA sedikit mengalami penurunan. Tidak se-gemilang waktu SD dan SMP dulu. Ooiya di SMA saya pernah menjadi finalis Miss Mas Smada, semacam pemilihan Duta Sekolah tahunan yang dilaksanakan setiap memperingati hari Kartini. Namun, Alhamdulillah meskipun prestasi akademik tidak begitu bagus, saya lulus SMA dengan menyandang lulusan terbaik di kelas dengan NEM 28,40 dari tiga mata pelajaran.

  • Universitas Airlangga
Masuk pada tahun 2007 dan tercatat sebagai Mahasiswa Jurusan S-1 Manajemen angkatan 2007. Saya diterima di FEB Unair ini melalui jalur masuk SPMB yang sekarang berubah nama menjadi SMNPTN. Manajemen merupakan pilihan pertama saya dan Alhamdulillah akhirnya saya diterima. Menjadi mahasiswa merupakan kebanggaan tersendiri buat saya. Sehingga segala sesuatu saya aktualisasikan di dunia kampus ini sebagai bekal saya kelak untuk masuk di dunia kerja. Terdapat beberapa organisasi yang saya ikuti  dan beberapa prestasi yang telah saya raih selama menjadi mahasiswa (yang akan saya ceritakan di lembaran lain). Untuk nilai akademik, semester pertama saya mendapat IP yang cukup menggembirakan dan sampai akhirnya bisa lulus dan menyandar gelar Sarjana Manajemen yang saya tempuh dalam waktu 3 Tahun 8 Bukan..

Semester
IP Semester
Genap (I)
3,64
Ganjil (II)
3,27
Semester Pendek
3,50
Ganjil (III)
3,73
Genap (IV)
3,48
Ganjil (V)
3,56
Genap (VI)
3,83
Ganjil (VII)
1,83
IPK
3,66


                                                                      to be continue....
 
Copyright 2009 Catatan Sang Penulis. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator