Unforgetable Moment in Balekambang Beach with our Beloved Friends (Ikhwan Mosaic 2007)
Perjalanan
cerita ini dimulai ketika kita bersepakat untuk melakukan jalan-jalan dengan
tujuan untuk kebersamaan dan kesolidan persahabatan kita setelah hampir 5 tahun
ini. Awalnya kami dipertemukan dalam organisasi yang luar biasa yang telah
memberikan pengalaman dan ilmu yang bermanfaat bagi kami semua, Moslem Student
Association of Economic Faculty (MoSAIC). Dan selanjutnya kami tergabung dalam
Forju Ikhwan (Forum 2007 Ikhwan) yang terdiri dari kurang lebih 10 anggota
dengan berbagai jurusan yang berbeda.
Akan tetapi,
sayangnya dalam perjalanan kali ini hanya 4 anggota saja yang bisa bergabung.
Dimulai dari “syuro” (baca : rapat) yang dihadiri 5 anggota untuk menentukan
destinasi jalan-jalan kami yang menghasilkan opsi antara Gunung Bromo dan
Pantai Balekambang. Namun pada pertemuan pertama itu belum menghasilkan
keputusan terkait kapan dan tempat mana yang akan kita kunjungi. Yah, maklum
sangking pada sibuknya dengan agenda masing-masing yang tidak bisa ditinggal.
Akhirnya terjadilah pertemuan kedua yang kali ini hanya dihadiri oleh 4 orang
saja. Pertemuan singkat dan mendadak di malam hari itu menghasilkan keputusan
bahwa kita akan mengujungi Gunung Kelud – supaya bisa mampir dan bersilaturahmi
ke rumah salah satu anggota di Kediri – dan tanggal yang disepakati adalah 7
April 2012 yang bertepatan lusa harinya.
Pada hari yang
telah disepakati, tiba-tiba ada salah satu anggota yang merubah peta jalan
kita. Kesepakatan untuk berkunjung ke Gunung Kelud dibatalkan (entah kenapa kok
tiba-tiba dibatalkan). Dengan berbagai pertimbangan yang matang, akhirnya kita
menyepakati untuk berangkat ke salah satu alternatif tujuan semula yaitu di
pantai Balekambang. Dengan perbekalan seadanya ala backpaker kami pun memulai
perjalanan dari Surabaya menuju Malang dengan menggunakan dua sepeda motor.
Yang awalnya kami bersepakat untuk berangkat pukul 7 pagi, alhasil molor juga
dengan berbagai alasan klasik (yah..tau sendiri kan bagi yang dulunya pernah
jadi aktivis dikampus) dan karena satu alat yang membuat kami bingung kesana-kemari
mencari pinjaman, yupps it’s called Camera. Tapi ujung-ujungnya tetap saja kami
tidak mendapatkanya.
Tepat jam
08.30 kami berangkat menuju Malang dengan bondo nekat karena memang tdak ada
yang tau jalan menuju ke Balekambang. Kami berangkat dengan ekspektasi akan
melihat panorama pantai yang indah dan bagus. Disepanjang perjalanan ada saja
ulah dari kami. Ada yang usil merekam perjalanan kita, ada yang bercandaan saat
berhenti di lampu merah atau saat bersebelahan di jalan (baca : pas jalan sepi)
dan ada juga yang sebagian dari kami masih ngantuk karena malam sebelumnya
mengkuti agenda Mabit. Dan yang lebih luar biasa lagi adalah ada juga yang
masih menjalankan ibadah Puasa tengah bulan.. Subhanallah..
Setelah
berjalan melalui Sidoarjo, Pasuruan dan akhirnya tibalah di Malang. Nah...dari
sini kami mulai bingung untuk menentukan arah. Seperti biasa jururs bertanya
dikeluarkan, dengan penuh antusias bapak-bapak yang agak berumur dan berbadan
subur yang sedang duduk santi dipinggir jalan itu, memberikan informasi bahwa
jalan saja ke arah Turen (20 km dari tempat kami bertanya) dan dari sana ikuti
saja arah petunjuknya. Selanjutnya kami mengikuti petunjuk dari bapak tadi dan
setelah menempuh waktu sekitar 30 menit sampailah kami di daerah Turen. Betapa
senangnya kami setelah membaca petunjuk arah dengan tulisan Pantai Balekambang
dan betapa kagetnya juga setelah membaca tulisan kecil dibawahnya “33,5 km”. Namun dengan demikian justru membuat kami
semakin kencang memacu laju kendaraan kami. Meskipun sudah pada pegel semua
tapi tetap semangat untuk segera menuju ke ini pantai.
Akhirnya
setelah menempuh waktu sekitar 4 jam kamipun sampai di TKP. Welcome
Balekambang. Ternyata tidak sia-sia perjuangan kami menempuh perjalanan yang
melelahkan. Kondisi siang hari saat itu yang cerah telah membuat kami sedikit
gerah. Namun karena pemandangan pantai yang cukup indah gerah yang kami rasakan
pun sedikit hilang. Hal yan kami lakukan setelah kami sampai adalah
bersih-bersih dan Sholat terlebih dahulu di Mushola yang letaknya tak jauh dari
pusat keramaian pantai namun berada di pojokan.
Selesai sholat
kami bergegas ke pantai untuk menikmati suasana dan pemandangan yang disuguhkan
oleh Balekambang ini. Kamipun menyewa tikar rame-rame dan merebahkan tubuh
sejenak di daratan berpasir tepi pantai dengan sejuta keindahan pemandangan
alam. Setelah dirasa cukup fit kembali, beberapa diantara kami langsung
melakukan observasi, melihat-lihat keindahan yang tersembunyi di Balekambang,
sementara ada juga yang masih menimati nyamanya rebahan di bawah pohon besar
dipinggir pantai dengan beralaskan tikar.
Berikut ini
beberapa gambar yang sempat saya abadikan dengan menggunakan HP, meskipun tidak
terlalu bagus, tapi setidaknya memuaskan.heheheehee
Ini adalah kondisi pantai saat kita pertama kali sampai di Balekambang. Tampak ramai pengunjung yang lagi asyik bermain air.
Kondisi pantai setelah beberapa jam kami sampai di TKP. Air sudah mulai surut dan sudah mulai tampak batu-batuan indah dengan beberapa biota laut yang hidup dan bersembunyi di sela-sela bebatuan kecil tersebut
Jembatan yang menghubungkan kita dengan Pulau Ismoyo dimana di tengah pulau keil tersebut terdapat Pura. Gambar di atas adalah pada saat air surut, jika air pasang maka pasir dibawah jembatan tersebut akan tertutup dengan air laut
![]() |
Pulau Ismoyo dengan Pura ditengahnya. Gambar diambil saat menjelang senja.
|
Saya sedang berada di sisi barat Pulau Ismoyo dengan air laut yang masih surut
Saya sedang berada di atas pulau Ismoyo tepatnya di sebelah kanan Pura. Nampak dari sini bebatuan pantai Balekambang saat surut yang terbentang luas.
Ini adalah sisi lain dari pantai Balekambang. Terdapat pulau yang tidak terawat. Kondisi jembatan yang sudah rusak dan daerah ini jarang sekali dijamah oleh pengunjung. Pulai ini terletak di ujung barat pantai Balekambang.
Sunrise di Balekambang. Tampak air sudah mulai pasang kembali. Gambar terlihat dari sisi timur pantai Balekambang
Itulah beberapa gambar yang sempat kami abadikan. Mudah-mudahan dapat memberikan gambaran tentang objek wisata pantai Balekambang. Oiya lupa,,untuk tarif masuk ke objek wisata kita dikenakan Rp. 10.000 dengan biaya parkir Rp. 1000. Disini juga terdapat tempat penyewaan tikar dan tenda. So,,,bagi yang mau bermalam di pantai silahkan bisa menyewa tenda, atau bisa juga menginap di penginapan yang disediakan di sekitar pantai tersebut. Untuk makanan, saya rasa cukup murah dan enak juga. Warung makanan dan minuman di Balekambang ini semuanya mencantumkan daftar harga dengan kisaran harga Rp. 5000 - Rp. 7000. Jadi tidak usah khawatir untuk "ditipu" penjual disini. Satu yang paling berkesan adalah saat kami menikmati es degan hijau dengan pentol cilok yang cukup nikmat sambil menyaksikan sunrise. Terakhir kami meninggalkan objek wisata sekitar pukul 18.30 dengan membawa pengalaman yang luar biasa.
OK guys.....!!!!! Sampai jumpa pada perjalanan berikutnya dengan tempat yang lebih seru dan personil yang lebih lengkap lagi...Love u all cz Allah...










0 komentar:
Posting Komentar