Tampilkan postingan dengan label Sebuah Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sebuah Renungan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 29 April 2016

Sebuah Nama



SEBUAH NAMA (1)
( 2 November 2013 / 28 Dhulhijjah 1434 H )

Demi Allah yang telah membolak balikkan hati
Entah perasaan apa yang menguasai kesucian hati ini
Waktu terasa begitu cepat untuk memahami dan meyakini
Inikah akhir dari ikhtiar pencarian cinta sejati nan suci

Semoga gelisah ini karena iman
Untukmu sebuah hati yang masih erat kusimpan, menunggu
Saat rasa nikmat itu mulai terasa, diwaktu berbuka yang penuh kejutan
Inilah puasa panjang syahwatku

Oleh sebuah janji memantaskan diri menjemput bidadari
Lantas apakah hati ini akan terus terkunci ?
Waktulah yang akan menjawab dan melukiskanya
Andai pasti dirimu yang Allah pilihkan untukku
Tetap nantikanku di batas waktu sampai aku menjemputmu
InshaAllah kalau jodoh pasti akan bertemu


SEBUAH NAMA (2)
( 8 Mei 2014 / 8 Rajab 1435 H )

Dengan bersabar tanpa pacaran
Endapan kasih akan berubah jadi berlian
Waktu berbuka tetap akan penuh dengan kejutan
Indah, berkah dan barokah itulah yang kita dambakan

Sambutlah rasa ini dan semayamkan pada tempatnya
Untukmu wahai calon madrasah cinta-Nya
Selaraskan dengan mengeja asa dan percaya,
Ilmu dan amalan yang akan menguatkan ikhtiar kita
Lewat ikrar suci yang segera menyapa
Oleh sebuah pertalian berpahala
Wahai pasangan tulang rusukku
Allah telah mempersiapkan, memantaskan dan memilihkan waktu
Tersebab Rajab sebagai saksi bisu
Indahnya peristiwa sakral yang akan terkenang selalu



SEBUAH NAMA (3)
( 18 September 2015 / 8 Dhulhijjah 1436 H )

Derap anugerah terindah nampaklah sudah
Engkau telah sah membersamai perjalanan penuh berkah
Waktu yang menjawab kejutan saat berbuka
Istimewa karena senada dengan mimpi dan impian berdua

Saatnya menata mihrab rumah tangga kita
Untuk titipan Nya yang menyapa dengan mesra
Si kecil nan sholehah penguat janji suci berpahala
Ikhlas dan sabar memulai dan menyelami bersama
Lewat madrasah yang terbina dengan cinta
Obat penat dan penyeru senyum bahagia
Walaupun lelah, kadang itulah yang kita pinta
Akan menjadi pemberat setiap amalan ayah bunda nya
Terima kasih ya Rabb, putri kecil titipan Mu
Izinkan kami membesarkanya atas rezeki Mu

Rabu, 11 April 2012

Belajar dari Fenomena Alam

Dalam kehidupan manusia di dunia ini haruslah berpegang pada suatu pedoman atau tuntunan. Bagaikan sebuah mesin atau alat elektronika yang kita miliki, tanpa mempelajari dan memahami cara-cara mengoperasikan aat-alat tersebut mustahil kita dapat memfungsikanya dengan baik, apalagi mengambil manfaatnya.
Patutlah kiranya kita bersyukur kepad Allah yang telah memberi petunjuk kehidupan untuk kita sehingga kita dapat menikmati kebahagiaan hidup. Pedoman hidup manusia yang telah jelas dan terdapat dalam kitab suci dan dengan mudah kita dapat mempelajari setiap hari. Allah memberi contoh yang berada di lingkungan atau hadapan kita. Yang kita lihat setiap hari bahkan setiap saat, yaitu berupa fenomena atau kejadian yang berada di alam jagat raya ini. Petunjuk Allah, baik yang terdapat dalam kitab suci maupu yang berupa kejadian-kejadian di alam semesta ini merupakan tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah S.W.T. Banyak kejadian-kejadin alam yang memberikan pelajaran bagi kita dalam mengarungi kehidupan ini. Kejadian alam tersebut antara lain :
Pelajaran dari Benda
·         Setiap benda yang kita lempar ke atas selalu akan jatuh ke bawah karena gravitasi
è Bahwa karir tinggi yang kita capai, kekayaan melimpah, menjulang tinggi prestasi seseorang akhirnya akan turun juga sampai tempat terbawah. Dari tanah dan akan kembali ke tanah
·         Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah
è Jika kita menjadi pemimpin, maka berilah rasa “ayom” bagi bawahan. Hal ini sesuai sifat air yang memberi rasa “adem” menyegarkan dan menyuburkan. Pemimpin atau pejabat haus dapat menjadi pengayom dan pelindung rakyat bawahanya dan selalu berusaha meningkatkan kesejahteraan mereka
·         Gas selalu cepat menyebar ke seluruh ruangan
è Kabar berita akan selalu cepat meluas, baik kabar yang menyenangkan, apalagi berita yang tak sedap

Pelajaran dari Tumbuhan
·         Tanaman yang ditanam di dalam pot (tanaman bonsai) tidak akan tumbuh besar
è Seseorang tidak akan tumbuh memiliki sifat berjiwa besar dan berwawasan luas, apabila pertumbuhanya selalu di tekan dan dibatasi. Yang pada akhirnya tidak dapat maksimal memberikan manfaat bagi kehidupan d sekelilingnya
·         Setia buah mempunyai cita rasa yang berbeda, kesemuanya akan berubah rasanya menjadi manis melalui proses pematangan yang benar
è Pada dasarnya manusia itu sama, walaupun tingkat IQ-nya berbeda. Akan sama-sama menjadi manis jika melalui proses pematangan yang benar sesuai dengan prosedur ditambah dengan lingkungan yang mendukung

Pelajaran dari Hewan
·        Pada pagi hari seekor burung bernyanyi sambil mengibas-ibaskan sayapnya. Pada siang hari dia istirahat pun sambil menyanyi setelah lelah lalu dia mencai makan. Pada sore hari dia pun pulang kesarangnya tanpa membawa sedikitpun makanan untuk esok hari
è Seharusnya kita sebagai makhluk yang dianugerahi akal pikiran dan anugerah lainya mempunyai sikap lebih optimis dalam menghadapi hari esok
·   Anai-anai atau rayap adalah binatang kecil yang lemah. Mereka menggerogoti sedikit demi sedikit bangunan rumah yang besar dan kelihatan kokoh hingga roboh secara sembunyi-sembunyi dan tidak kelihatan mata
è Jangan pernah sepelekan hal kecil dan selemah apapu yang dapat menggerogoti kekokohan diri kita, baik kesehatan kita, jiwa dan kepribadian kita, iman dan taqwa kita maupun kekokohan niat dan semangat kita dalam mencapai tujuan dan cita-cita kita

Pelajaran-pelajaran dari fenomena alam diatas hanyalah sebagian kecil dari ayat-ayat kauniyah yang diberikan Allah kepada kita dan yang diungkap dalam tulisan ini. Masih banyak lagi yang dapat kita amanti dan kita cerna dari fenomena alam di sekeliling kita. Termasuk pelajaran yang dapat kita ambil dari sesama manusia. Pengalaman dan sejarah hidup seseorang dapat  menjadi pelajaran bagi orang lain. Hal ini sesuai dengan firman Allah dibawh ini :

“Ataukah orang-orang yang bertekun di tengah malam dalam keadaan bersujud atau berdiri karena takut akan hari kiamat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Apakah akan sama orang- orang yang berpengetahuan dengan orang- orang yang tidak berpengetahuan?” Yang akan ingat hanyalah semata-mata orang- orang yang memiliki akal budi.”(Q.S Az-Zumar:9)






Rabu, 04 April 2012

Kisah Inspiratif Penuh Hikmah

Prof. Dr. Khalid al-Jubair penasehat spesialis bedah jantung dan urat nadi di rumah sakit al-Malik Khalid di Riyadh mengisahkan sebuah kisah pada sebuah seminar dengan tajuk Asbab Mansiah (Sebab-Sebab Yang Terlupakan). Mari sejenak kita merenung bersama, karena dalam kisah tersebut ada nasihat dan pelajaran yang sangat berharga bagi kita. Sang dokter berkata:Pada suatu hari -hari Selasa- aku melakukan operasi pada seorang anak berusia 2,5 tahun. Pada hari Rabu, anak tersebut berada di ruang ICU dalam keadaan segar dan sehat.
Pada hari Kamis pukul 11:15 -aku tidak melupakan waktu ini karena pentingnya kejadian tersebut- tiba-tiba salah seorang perawat mengabariku bahwa jantung dan pernafasan anak tersebut berhenti bekerja. Maka akupun pergi dengan cepat kepada anak tersebut, kemudian aku lakukan proses kejut jantung yang berlangsung selama 45 menit. Selama itu jantungnya tidak berfungsi, namun setelah itu Allah Subhanaahu wa Ta’ala menentukan agar jantungnya kembali berfungsi. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta’ala
Kemudian aku pergi untuk mengabarkan keadaannya kepada keluarganya, sebagaimana anda ketahui betapa sulit mengabarkan keadaan kepada keluarganya jika ternyata keadaannya buruk. Ini adalah hal tersulit yang harus dihadapi oleh seorang dokter. Akan tetapi ini adalah sebuah keharusan. Akupun bertanya tentang ayah si anak, tapi aku tidak mendapatinya. Aku hanya mendapati ibunya, lalu aku katakan kepadanya: “Penyebab berhentinya jantung putramu dari fungsinya adalah akibat pendarahan yang ada pada pangkal tenggorokan dan kami tidak mengetahui penyebabnya. Aku kira otaknya telah mati.”
Coba tebak, kira-kira apa jawaban ibu tersebut? Apakah dia berteriak? Apakah dia histeris? Apakah dia berkata: “Engkaulah penyebabnya!”Dia tidak berbicara apapun dari semua itu bahkan dia berkata: “Alhamdulillah.” Kemudian dia meninggalkanku dan pergi. Sepuluh hari berlalu, mulailah sang anak bergerak-gerak. Kamipun memuji Allah Subhanaahu wa Ta’ala serta menyampaikan kabar gembira sebuah kebaikan yaitu bahwa keadaan otaknya telah berfungsi.Pada hari ke-12, jantungnya kembali berhenti bekerja disebabkan oleh pendarahan tersebut. Kami pun melakukan proses kejut jantung selama 45 menit, dan jantungnya tidak bergerak. Maka akupun mengatakan kepada ibunya: “Kali ini menurutku tidak ada harapan lagi.” Maka dia berkata: “Alhamdulillah, ya Allah jika dalam kesembuhannya ada kebaikan, maka sembuhkanlah dia wahai Rabbi.”
Maka dengan memuji Allah, jantungnya kembali berfungsi, akan tetapi setelah itu jantung kembali berhenti sampai 6 kali hingga dengan ketentuan Allah Subhanaahu wa Ta’ala spesialis THT berhasil menghentikan pendarahan tersebut, dan jantungnya kembali berfungsi.Berlalulah sekarang 3,5 bulan, dan anak tersebut dalam keadaan koma, tidak bergerak. Kemudian setiap kali dia mulai bergerak dia terkena semacam pembengkakan bernanah aneh yang besar di kepalanya, yang aku belum pernah melihat semisalnya. Maka kami katakan kepada sang ibu bahwa putra anda akan meninggal. Jika dia bisa selamat dari kegagalan jantung yang berulang-ulang, maka dia tidak akan bisa selamat dengan adanya semacam pembengkakan di kepalanya. Maka sang ibu berkata: “Alhamdilillah.” Kemudian meninggalkanku dan pergi. Setelah itu, kami melakukan usaha untuk merubah keadaan segera dengan melakukan operasi otak dan urat syaraf serta berusaha untuk menyembuhkan sang anak. Tiga minggu kemudian, dengan karunia Allah Subhanaahu wa Ta’ala , dia tersembuhkan dari pembengkakan tersebut, akan tetapi dia belum bergerak.
Dua minggu kemudian, darahnya terkena racun aneh yang menjadikan suhunya 41,2oC. maka kukatakan kepada sang ibu: “Sesungguhnya otak putra ibu berada dalam bahaya besar, saya kira tidak ada harapan sembuh.” Maka dia berkata dengan penuh kesabaran dan keyakinan: “Alhamdulillah, ya Allah, jika pada kesembuhannya terdapat kebaikan, maka sembuhkanlah dia.”
Setelah aku kabarkan kepada ibu anak tersebut tentang keadaan putranya yang terbaring di atas ranjang nomor 5, aku pergi ke pasien lain yang terbaring di ranjang nomor 6 untuk menganalisanya. Tiba-tiba ibu pasien nomor 6 tersebut menagis histeris seraya berkata: “Wahai dokter, kemari, wahai dokter suhu badannya 37,6o, dia akan mati, dia akan mati.” Maka kukatakan kepadanya dengan penuh heran: “Lihatlah ibu anak yang terbaring di ranjang no 5, suhu badannya 41o lebih sementara dia bersabar dan memuji Allah.” Maka berkatalah ibu pasien no. 6 tentang ibu tersebut: “Wanita itu tidak waras dan tidak sadar.”
Maka aku mengingat sebuah hadits Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wa sallam yang indah lagi agung:(طُوْبَى لِلْغُرَبَاِء) “Beruntunglah orang-orang yang asing.” Sebuah kalimat yang terdiri dari dua kata, akan tetapi keduanya menggoncangkan ummat. Selama 23 tahun bekerja dirumah sakit aku belum pernah melihat dalam hidupku orang sabar seperti ibu ini kecuali dua orang saja.Selang beberapa waktu setelah itu ia mengalami gagal ginjal, maka kami katakan kepada sang ibu: “Tidak ada harapan kali ini, dia tidak akan selamat.” Maka dia menjawab dengan sabar dan bertawakkal kepada Allah: “Alhamdulillah.” Seraya meninggalkanku seperti biasa dan pergi.
Sekarang kami memasuki minggu terakhir dari bulan keempat, dan anak tersebut telah tersembuhkan dari keracunan. Kemudian saat memasuki pada bulan kelima, dia terserang penyakit aneh yang aku belum pernah melihatnya selama hidupku, radang ganas pada selaput pembungkus jantung di sekitar dada yang mencakup tulang-tulang dada dan seluruh daerah di sekitarnya. Dimana keadaan ini memaksaku untuk membuka dadanya dan terpaksa menjadikan jantungnya dalam keadaan terbuka. Sekiranya kami mengganti alat bantu, anda akan melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda..
Saat kondisi anak tersebut sampai pada tingkatan ini aku berkata kepada sang ibu: “Sudah, yang ini tidak mungkin disembuhkan lagi, aku tidak berharap. Keadaannya semakin gawat.” Diapun berkata: “Alhamdulillah.” Sebagaimana kebiasaannya, tanpa berkata apapun selainnya.Kemudian berlalulah 6,5 bulan, anak tersebut keluar dari ruang operasi dalam keadaan tidak berbicara, melihat, mendengar, bergerak dan tertawa. Sementara dadanya dalam keadaan terbuka yang memungkinkan bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda, dan ibunyalah yang membantu mengganti alat-alat bantu di jantung putranya dengan penuh sabar dan berharap pahala.
Apakah anda tahu apa yang terjadi setelah itu?Sebelum kukabarkan kepada anda, apakah yang anda kira dari keselamatan anak tersebut yang telah melalui segala macam ujian berat, hal gawat, rasa sakit dan beberapa penyakit yang aneh dan kompleks? Menurut anda kira-kira apa yang akan dilakukan oleh sang ibu yang sabar terhadap sang putra di hadapannya yang berada di ambang kubur itu? Kondisi yang dia tidak punya kuasa apa-apa kecuali hanya berdo’a, dan merendahkan diri kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala ?
Tahukah anda apa yang terjadi terhadap anak yang mungkin bagi anda untuk melihat jantungnya berdenyut di hadapan anda 2,5 bulan kemudian?Anak tersebut telah sembuh sempurna dengan rahmat Allah Subhanaahu wa Ta’ala sebagai balasan bagi sang ibu yang shalihah tersebut. Sekarang anak tersebut telah berlari dan dapat menyalip ibunya dengan kedua kakinya, seakan-akan tidak ada sesuatupun yang pernah menimpanya. Dia telah kembali seperti sedia kala, dalam keadaan sembuh dan sehat.
Kisah ini tidaklah berhenti sampai di sini, Apa Yang Membuatku Menangis Bukanlah Ini, Yang Membuatku Menangis Adalah Apa Yang Terjadi Kemudian: Satu setengah tahun setelah anak tersebut keluar dari rumah sakit, salah seorang kawan di bagian operasi mengabarkan kepadaku bahwa ada seorang laki-laki berserta istri bersama dua orang anak ingin melihat anda. Maka kukatakan kepadanya: “Siapakah mereka?” Dia menjawab, “tidak mengenal mereka.”
Akupun pergi untuk melihat mereka, ternyata mereka adalah ayah dan ibu dari anak yang dulu kami operasi. Umurnya sekarang 5 tahun seperti bunga dalam keadaan sehat, seakan-akan tidak pernah terkena apapun, dan juga bersama mereka seorang bayi berumur 4 bulan.Aku menyambut mereka, dan bertanya kepada sang ayah dengan canda tentang bayi baru yang digendong oleh ibunya, apakah dia anak yang ke-13 atau 14? Diapun melihat kepadaku dengan senyuman aneh, kemudian dia berkata: “Ini adalah anak yang kedua, sedang anak pertama adalah anak yang dulu anda operasi, dia adalah anak pertama yang datang kepada kami setelah 17 tahun mandul. Setelah kami diberi rizki dengannya, dia tertimpa penyakit seperti yang telah anda ketahui sendiri.”
Aku tidak mampu menguasai jiwaku, kedua mataku penuh dengan air mata. Tanpa sadar aku menyeret laki-laki tersebut dengan tangannya kemudian aku masukkan ke dalam ruanganku dan bertanya tentang istrinya. Kukatakan kepadanya: “Siapakah istrimu yang mampu bersabar dengan penuh kesabaran atas putranya yang baru datang setelah 17 tahun mandul? Haruslah hatinya bukan hati yang gersang, bahkan hati yang subur dengan keimanan terhadap Allah Subhanaahu wa Ta’ala .”Tahukah anda apa yang dia katakan? Diamlah bersamaku wahai saudara-saudariku, terutama kepada anda wahai saudari-saudari yang mulia, cukuplah anda bisa berbangga pada zaman ini ada seorang wanita muslimah yang seperti dia. Sang suami berkata: “Aku menikahi wanita tersebut 19 tahun yang lalu, sejak masa itu dia tidak pernah meninggalkan shalat malam kecuali dengan udzur syar’i. Aku tidak pernah menyaksikannya berghibah (menggunjing), namimah (adu domba), tidak juga dusta. Jika aku keluar dari rumah atau aku pulang ke rumah, dia membukakan pintu untukku, mendo’akanku, menyambutku, serta melakukan tugas-tugasnya dengan segenap kecintaan, tanggung jawab, akhlak dan kasih sayang.”
Sang suami menyempurnakan ceritanya dengan berkata: “Wahai dokter, dengan segenap akhlak dan kasih sayang yang dia berikan kepadaku, aku tidak mampu untuk membuka satu mataku terhadapnya karena malu.” Maka kukatakan kepadanya: “Wanita seperti dia berhak mendapatkan perlakuan darimu seperti itu.” Kisah selesai. Kukatakan:Saudara-saudariku, kadang anda terheran-heran dengan kisah tersebut, yaitu terheran-heran terhadap kesabaran wanita tersebut, akan tetapi ketahuilah bahwa beriman kepada Allah Subhanaahu wa Ta’ala dengan segenap keimanan dan tawakkal kepada-Nya dengan sepenuhnya, serta beramal shalih adalah perkara yang mengokohkan seorang muslim saat dalam kesusahan, dan ujian. Kesabaran yang demikian adalah sebuah taufik dan rahmat dari Allah Subhanaahu wa Ta’ala .

Allah berfirman:

وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ
الأمْوَالِ وَالأنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ
(١٥٥)الَّذِينَ إِذَا أَصَابَتْهُمْ مُصِيبَةٌ قَالُوا إِنَّا لِلَّهِ
وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ (١٥٦)أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ
رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ (١٥٧)

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit
ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan
berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Yaitu)
orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna
lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun”. Mereka itulah yang mendapat
keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka
itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 155-157)

Rasulullah bersabda:

مَا يُصِيْبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلاَ وَصَبٍ وَلاَ هَمٍّ
وَلاَحُزْنٍ وَلاَ أَذىً وَلاَ غَمٍّ، حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا
إِلاَّ كَفَّرَ اللهُ بِهَا خَطاَيَاهُ

“Tidaklah menimpa seorang muslim dari keletihan, sakit, kecemasan,
kesedihan tidak juga gangguan dan kesusahan, hingga duri yang
menusuknya, kecuali dengannya Allah Subhanaahu wa Ta’ala akan
menghapus kesalahan-kesalahannya.” (HR. al-Bukhari (5/2137))Maka,
wahai saudara-saudariku, mintalah pertolongan kepada Allah Subhanaahu
wa Ta’ala , minta dan berdo’alah hanya kepada Allah Subhanaahu wa
Ta’ala terhadap berbagai kebutuhan anda sekalian.

Bersandarlah kepada-Nya dalam keadaan senang dan susah. Sesungguhnya
Dia Subhanaahu wa Ta’ala adalah sebaik-baik pelindung dan
penolong.Mudah-mudahan Allah Subhanaahu wa Ta’ala membalas anda
sekalian dengan kebaikan, serta janganlah melupakan kami dari
do’a-do’a kalian.رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا
مُسْلِمِينَ (١٢٦)“Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami
dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu).” (QS.
Al-A’raf: 126) (AR)*

Sumber : Dari Milist Tetangga

Sabtu, 10 Maret 2012

Untuk para GALAUERS



Pantaskah kita mengeluh...???


Ketika kita mengeluh : " Ahhh mana mungkin...." Allah menjawab : "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia". (QS. Yasin : 82)

Ketika kita mengeluh : " Capek banget gw ..." Allah menjawab : "dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat". (An Naba' : 9)

Ketika kita mengeluh : " Berat banget ya, gak sanggup rasanya " Allah menjawab : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):” Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir “. (QS. Al Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh : " Streesss nih,,panik gw..." Allah menjawab :  (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram ". (QS. Ar Ra'd : 28)

Ketika kita mengeluh : " Yaaaahhh, ini mah semua bakal sia-sia.." Allah menjawab : Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (QS. Al  Zalzalah : 7)

Ketika kita mengeluh : " Gile aje, gw sendirian...ga ada seorangpun yang mau bantuin." Allah menjawab : Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mukmin : 60)

Ketika kita mengeluh : " Duhh,,sedih bangte deh gw..." Allah menjawab :  Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. At Taubah : 40)

Kita semua yang mulai galau atas perhatian Allah yang serasa jauh dari kita paahal sebaliknya Allah selalu dekat. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah : 186)

Jumat, 09 Maret 2012

TRAGEDI WTC


Siapa sangka kejadian 11 September 2001 Tertulis dalam Al Quran
Ternyata Allah telah memberikan kabarnya 14 abad yang lalu tanpa diketahui oleh manusia.
Ini adalah salah satu Mu'jizat Al Quran yang telah membuktikan kejadian pada masa yang akan datang
Tragedi WTC ada pada surat At Taubah 109

Terjemahan :
Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim”

Pada surat At Taubah diatas disebutkan kata di tepi jurang yang runtuh yang dalam bahasa arabnya "JURUFIN HAR". Ulama tafsir dulu menterjemahkan kata ini sebagai "tepi jurang yang runtuh", ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan di kota New York tempat berdirinya WTC yaitu jalan JERF HAR.
Subhanallah...!!!!
Kita ingat kejadian WTC runtuh pada tanggal 11 September 2001
Mari kita lihat beberapa kesamaan (yang mestinya bukan hanya kebetulan semata-mata) :
1.      Tanggal 11 adalah tanggal terjadinya tragedi WTC, apakah suatu kebetulan bila surat At Taubah terletak pada juz ke 11
2.      Bulan terjadinya tragedi itu adalah bulan September (bulan ke 9), apakah suatu kebetulan jika surat At Taubah berada pada uruan ke-9 di dalam Al Quran
3.      Tahun terjadinya tragedi itu adalah tahun 2001, apakah suatu kebetulan juga jika surat At Taubah terdiri dari 2001 huruf
4.      Jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 tingkat, sekali lagi apakah suatu kebetulan bila hal tersebut sudah tertulis di surat At Taubah
Subhanallah...!!!
Maha Suci Allah dan Sungguh benar Muhammad adalah Rasul-Mu dan Sungguh benarlah firman-Mu

(REPOST)

Rabu, 07 Maret 2012

KEAJAIBAN MATEMATIKA

KEAJAIBAN MATEMATIKA

1 x 8 + 1 = 9
12 x 8 + 2 = 98
123 x 8 + 3 = 987
1234 x 8 + 4 = 9876
12345 x 8 + 5 = 98765
123456 x 8 + 6 = 987654
1234567 x 8 + 7 = 9876543
12345678 x 8 + 8 = 98765432
123456789 x 8 + 9 = 987654321

1 x 9 + 2 = 11
12 x 9 + 3 = 111
123 x 9 + 4 = 1111
1234 x 9 + 5 = 11111
12345 x 9 + 6 = 111111
123456 x 9 + 7 = 1111111
1234567 x 9 + 8 = 11111111
12345678 x 9 + 9 = 111111111
123456789 x 9 + 10 = 1111111111

9 x 9 + 7 = 88
98 x 9 + 6 = 888
987 x 9 + 5 = 8888
9876 x 9 + 4 = 88888
98765 x 9 + 3 = 888888
987654x 9 + 2 = 8888888
9876543 x 9 + 1 = 88888888
98765432 x 9 + 0 = 888888888



Hebatkan?
Coba lihat simetri ini :

1 x 1 = 1
11 x 11 = 121
111 x 111 = 12321
1111 x 1111 = 1234321
11111 x 11111 = 123454321
111111 x 111111 = 12345654321
1111111 x 1111111 = 1234567654321
11111111 x 11111111 = 123456787654321
111111111 x 111111111 = 123456789876543 21

kurang hebat,,,,
Sekarang lihat ini

Jika 101% dilihat dari sudut pandangan Matematika, apakah ia sama dengan 100%, atau ia LEBIH dari 100%?
Kita selalu mendengar orang berkata dia bisa memberi lebih dari 100%, atau kita selalu dalam situasi dimana seseorang ingin kita memberi 100% sepenuhnya.
Bagaimana bila ingin mencapai 101%?
Apakah nilai 100% dalam hidup?
Mungkin sedikit formula matematika dibawah ini dapat membantu memberi
jawabannya.

Jika ABCDEFGHIJKLMNO PQRSTUVWXYZ

Disamakan sebagai 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26



Maka, kata KERJA KERAS bernilai :
11 + 5 + 18 + 10 + 1 + 11 + 5 + 18 + 19 + 1 = 99%

H-A-R-D-W-O-R-K
8 + 1 + 18 + 4 + 23 + !5 + 18 + 11 = 99%

K-N-O-W-L-E-D-G -E
11 + 14 + 15 + 23 + 12 + 5 + 4 + 7 + 5 = 96%

A-T-T-I-T-U-D-E
1 + 20 + 20 + 9 + 20 + 21 + 4 + 5 = 100%

Sikap diri atau ATTITUDE adalah perkara utama untuk mencapai 100% dalam hidup kita. Jika kita kerja keras sekalipun tapi tidak ada ATTITUDE yang positif didalam diri, kita masih belum mencapai 100%.

Tapi, LOVE OF GOD
12 + 15 + 22 + 5 + 15 + 6 + 7 + 15 + 4 = 101%

atau, SAYANG ALLAH
19 + 1 + 25 + 1 + 14 + 7 + 1 + 12 + 12 + 1 + 8 = 101%





#Copas dari Group FB#
 
Copyright 2009 Catatan Sang Penulis. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator