Rabu, 11 April 2012

Belajar dari Fenomena Alam

Dalam kehidupan manusia di dunia ini haruslah berpegang pada suatu pedoman atau tuntunan. Bagaikan sebuah mesin atau alat elektronika yang kita miliki, tanpa mempelajari dan memahami cara-cara mengoperasikan aat-alat tersebut mustahil kita dapat memfungsikanya dengan baik, apalagi mengambil manfaatnya.
Patutlah kiranya kita bersyukur kepad Allah yang telah memberi petunjuk kehidupan untuk kita sehingga kita dapat menikmati kebahagiaan hidup. Pedoman hidup manusia yang telah jelas dan terdapat dalam kitab suci dan dengan mudah kita dapat mempelajari setiap hari. Allah memberi contoh yang berada di lingkungan atau hadapan kita. Yang kita lihat setiap hari bahkan setiap saat, yaitu berupa fenomena atau kejadian yang berada di alam jagat raya ini. Petunjuk Allah, baik yang terdapat dalam kitab suci maupu yang berupa kejadian-kejadian di alam semesta ini merupakan tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah S.W.T. Banyak kejadian-kejadin alam yang memberikan pelajaran bagi kita dalam mengarungi kehidupan ini. Kejadian alam tersebut antara lain :
Pelajaran dari Benda
·         Setiap benda yang kita lempar ke atas selalu akan jatuh ke bawah karena gravitasi
è Bahwa karir tinggi yang kita capai, kekayaan melimpah, menjulang tinggi prestasi seseorang akhirnya akan turun juga sampai tempat terbawah. Dari tanah dan akan kembali ke tanah
·         Air selalu mengalir ke tempat yang lebih rendah
è Jika kita menjadi pemimpin, maka berilah rasa “ayom” bagi bawahan. Hal ini sesuai sifat air yang memberi rasa “adem” menyegarkan dan menyuburkan. Pemimpin atau pejabat haus dapat menjadi pengayom dan pelindung rakyat bawahanya dan selalu berusaha meningkatkan kesejahteraan mereka
·         Gas selalu cepat menyebar ke seluruh ruangan
è Kabar berita akan selalu cepat meluas, baik kabar yang menyenangkan, apalagi berita yang tak sedap

Pelajaran dari Tumbuhan
·         Tanaman yang ditanam di dalam pot (tanaman bonsai) tidak akan tumbuh besar
è Seseorang tidak akan tumbuh memiliki sifat berjiwa besar dan berwawasan luas, apabila pertumbuhanya selalu di tekan dan dibatasi. Yang pada akhirnya tidak dapat maksimal memberikan manfaat bagi kehidupan d sekelilingnya
·         Setia buah mempunyai cita rasa yang berbeda, kesemuanya akan berubah rasanya menjadi manis melalui proses pematangan yang benar
è Pada dasarnya manusia itu sama, walaupun tingkat IQ-nya berbeda. Akan sama-sama menjadi manis jika melalui proses pematangan yang benar sesuai dengan prosedur ditambah dengan lingkungan yang mendukung

Pelajaran dari Hewan
·        Pada pagi hari seekor burung bernyanyi sambil mengibas-ibaskan sayapnya. Pada siang hari dia istirahat pun sambil menyanyi setelah lelah lalu dia mencai makan. Pada sore hari dia pun pulang kesarangnya tanpa membawa sedikitpun makanan untuk esok hari
è Seharusnya kita sebagai makhluk yang dianugerahi akal pikiran dan anugerah lainya mempunyai sikap lebih optimis dalam menghadapi hari esok
·   Anai-anai atau rayap adalah binatang kecil yang lemah. Mereka menggerogoti sedikit demi sedikit bangunan rumah yang besar dan kelihatan kokoh hingga roboh secara sembunyi-sembunyi dan tidak kelihatan mata
è Jangan pernah sepelekan hal kecil dan selemah apapu yang dapat menggerogoti kekokohan diri kita, baik kesehatan kita, jiwa dan kepribadian kita, iman dan taqwa kita maupun kekokohan niat dan semangat kita dalam mencapai tujuan dan cita-cita kita

Pelajaran-pelajaran dari fenomena alam diatas hanyalah sebagian kecil dari ayat-ayat kauniyah yang diberikan Allah kepada kita dan yang diungkap dalam tulisan ini. Masih banyak lagi yang dapat kita amanti dan kita cerna dari fenomena alam di sekeliling kita. Termasuk pelajaran yang dapat kita ambil dari sesama manusia. Pengalaman dan sejarah hidup seseorang dapat  menjadi pelajaran bagi orang lain. Hal ini sesuai dengan firman Allah dibawh ini :

“Ataukah orang-orang yang bertekun di tengah malam dalam keadaan bersujud atau berdiri karena takut akan hari kiamat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah: “Apakah akan sama orang- orang yang berpengetahuan dengan orang- orang yang tidak berpengetahuan?” Yang akan ingat hanyalah semata-mata orang- orang yang memiliki akal budi.”(Q.S Az-Zumar:9)






0 komentar:

Posting Komentar

 
Copyright 2009 Catatan Sang Penulis. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator