Jadilah Diri Sendiri
Saat Mengikuti Tes Melamar Kerja
Jadilah
diri sendiri...! ini merupakan suatu keharusan yang harus kita tonjolkan
terutama saat akan memulai dalam meniti karir. Jadilah pribadi yang sesungguhnya
dan apa adanya. Janganlah “mengklamufasekan” diri anda pada posisi yang
cenderung menjadikan anda baik dan seolah-olah anda lah yang diinginkan oleh
perusahaan. Pengalaman membuktikan seseorang yang sejak awal mengikuti seleksi pekerjaan dengan tetap menjadi pribadi diri sendiri,
telah berhasil dengan lancar menjalani serangkaian tes, bahkan tak banyak dari
mereka yang diterima di perusahaan yang diimpikan tersebut. Meskipun menjadi diri sendiri bukanlah
satu-satunya kunci untuk mencapai keberhasilan, namun setidaknya bisa dijadikan
alat bantu untuk lebih memudahkan kita dalam mengikuti seleksi-seleksi selanjutnya.
Karena
jika berkaca dari fakta dilapangan bahwa, tidaklah selalu mudah bagi individu
untuk memperoleh pekerjaan, apalagi di tengah sulitnya keadaan ekonomi dan
lesunya berbagai jenis bisnis sekarang ini. Oleh karena itu dibutuhkan daya
saing yang cukup tinggi dari setiap lulusan pendidikan tinggi untuk dapat
memperebutkan lahan pekerjaan. Selain menjadi diri sendiri tentunya juga harus
didukung dengan adanya kompetensi pribadi serta persiapan diri yang baik dalam
mengikuti proses rekruitmen dan seleksi.
Berikut
beberapa tips dalam mengikuti rangkaian tes pekerjaan yang bisa dilakukan untuk
bisa lolos sampai tahapan akhir dan bisa diterima :
1. Persiapkan
aplikasi berkas lamaran secara lengkap. Susun rapi dan gali informasi berkas
apa saja yang harus disertakan. Jika tidak terdapat informasi khusus dari perusahaan,
biasanya yang harus disertakan dalam aplikasi adalah surat lamaran kerja, CV, ,
Foto copy KTP, ijazah, transkrip nilai dan foto terbaru. Hindari memakai “staples/heckter”,
gunakanlah paperclip untuk menyatukan aplikasi tersebut. Dalam hal membuat CV
usahakan semenarik mungkin dan mampu menunjukan nilai jual dan keunggulan anda
2. Saat terpanggil
untuk tes selanjutnya (biasanya adalah psikotes) maka hadirlah tepat waktu dan
tunjukkan antusias anda terhadap posisi yang anda lamar. Dalam proses ini, umumnya dilakukan adalah melakukan
pemeriksaan atau tes psikologis pada calon karyawan yang digunakan untuk meramalkan kemungkinan keberhasilan calon
karyawan dalam jabatan atau pekerjaan tertentu. Oleh karena itu kunci utamanya
adalah “ Jadilah diri sendiri”, jawablah setiap pertanyaan dan pernyataan yang
sesuai dengan diri anda. Untuk soal pertanyaan jangan terlalu memaksakan anda
harus menyelesaikanya dengan maksimal, ukurlah kemampuan anad sendiri.
Sedangkan untuk soal pernyataan, saat menjawab jangan terlalu banyak
dipikirkan, spontan dan pilihlah respon pertama yang menurut anda sesuai dengan
kondisi anda saat ini. Jika itu dilakukan maka hasilnya akan bagus.
3. Setelah
mengikuti psokotes dan dinyatakan lolos biasanya akan terdapat FGD (Focus Group
Discussion). Dalam FGD ini kembali kata kuncinya adalah “Jadilah diri sendiri”.
Belum tentu orang yang vokal dan banyak berbicara dalam FGD dia yang terpilih,
karena yang dinilai tidak hanyak kemampuan komunikasi saja. Berdasarkan
pengalaman penulis, selama FGD jarang sekali berbicara dan menyanggah (karena
pada dasarnya itulah sifat dari penulis). Namun 4 kali mengikuti FGD dengan
melakukan peran yang tidak mendominasi, Alhamdulillah selalu lolos.
4. Interview
menjadi rangkaian tes selanjutnya, biasanya dimulai dari interview HRD sampai
interview user yang dilakukan tidak hanya satu kali. Interview ini merupakan
suatu langkah penting yang menentukan diterima
atau tidaknya diri anda dalam pekerjaan yang anda lamar. Oleh karena itu, persiapan diri anda sebaik-baiknya untuk
mengikuti wawancara, antara lain dengan
penampilan diri yang baik, menyiapkan berbagai dokumen seperti surat lamaran, daftar riwayat hidup, ijazah dan sertifikat
lain yang mendukung. Dalam menjawab seputar pertanyaan dalam interview,
jawablah pertanyaan secara jujur, jangan seolah-olah anda membuat diri anda
sempurna dihadapan interviewer, karena mereka juga membawa hasil psikotes dan CV anda, jadi apabila anda memaparkan
tidak sesuai dengan yang dia baca, maka bisa jadi anda tidak akan lolos. Dan
yang terpenting adalah saat interview user, usahakan anda bisa meraih hati user
(calon atasan anda), bisa membangun komunikasi yang baik dan menampilkan kesan
kerja sama dan keinginan untuk belajar lebih baik lagi.
5. Setelah interview tahapan terakhir adalah medical
checkup. Jangan khawatir bagi anda yang tidak memiliki penyakit yang serius,
maka medchek ini bisa dikatan hanya sebagai “formalitas” saja. Namun ada juga
yang gagal pada saat medcheck, semua kembali pada kondisi kesehatan anda saat
mengikuti tes kesehatan
Itulah garis besar 5 tahapan tes pekerjaan yang
biasanya dilakukan oleh perusahaan swasta di Indonesia. Pada dasarnya semua
hampir sama, namun ada beberapa perusahaan yang melakukan modifkasi semisal
terdapat tes presentasi terlebih dahulu setelah FGD. Intinya enjoy saja selama
mengikuti rangkaian tes, jika anda menjadi siri sendiri maka akan diperlancar
dalam menjalaninya dan ssuai dengan keinginan dan cita-cita anda. Aminnnn J


0 komentar:
Posting Komentar