”PUTIH” KATA YANG MENYESATKAN DALAM
IKLAN KECANTIKAN
Kecantikan..!!sebuah
kata yang memikat semua orang, kaum adam terutama sangat memuja kecantikan. Dan
kecantikan itu sendiri sangat erat kaitannya dengan wanita di seluruh dunia.
Kecantikan di era modern saat ini pun semakin berkembang... meski nilainya
sangat relatif, tapi kecantikan tetap menjadi pujaan. Inner beauty
misalnya, banyak pria yang merasa wanita yang memancarkan inner beauty adalah
wanita yang paling cantik (www.ikaningtyas.blogspot.com).
Berawal
dari hal diatas maka sekarang ini mulai timbul fenomena para wanita yang mulai
berlomba-lomba membuat dirinya tampak cantik dengan menjadikan kulitnya putih.
Hal ini tentunya direspon oleh produsen produk-produk kecantikan. Mereka juga
gencar melakukan promosi melalui iklan mempersuasi para konsumen terutama
wanita. Produk kosmetika sekarang ini lebih menyerang sisi whitening
seorang wanita (www.blogombal.org). Sehingga iklan-iklan kosmetika pun
berlomba-lomba merebut hati pasar dengan memanfaatkan hal ini.
“Putih”
menjadi tagline yang wajib dicantumkan semua produk perawatan kulit,
kalau tidak ingin produknya awet di display-display supermarket atau
di toko kosmetik (www.politikana.com). Beberapa bulan belakangan ini ada iklan
sebuah produk perawatan kulit yang ditayangkan secara bersambung di
stasuin-stasuin TV. Sebuah iklan yang diakhiri dengan
bahagia yaitu kembalinya sang kekasih (pria) yang pernah “khilaf” meninggalkan
seorang perempuan. Dengan kulit wajah cerah dan putih (dulu saat ditinggalkan
sang pria, si perempuan berkulit wajah gelap) dan rona ceria, dia berhasil
menundukkan laki-laki yang pernah meninggalkannya dalam ikatan pernikahan. Kalo
dipikir-pikir agak kurang rasional iklannya karena jelas banget gak ada
hubungan antar pake ponds dengan kembalinya pria ke wanita ke dala hubungan
pernikahan lagi, tapi karena iklan ini membidik sisi emosional yang liat
nampaknya hal-hal yang gak rasional pun jadi rasional. Apalagi target pasar
untuk produk ini jelas-jelas wanita yang secara emosional lebih mudah
tersentuh.
Sebuah iklan yang bagus,
tapi juga bulus. Konon
maraknya kata ”putih” dalam iklan-iklan produk perawatan kulit adalah kemauan
konsumen, dalam hal ini perempuan. Sekitar tahun 1990-an, sebuah korporasi
besar, Unilever membuat kajian tentang apa yang diinginkan perempuan di
beberapa negara Asia, antara lain Thailand, China dan Indonesia. Terkumpul 1000
responden perempuan dalam berbagai kelompok usia, kelas ekonomi dan tempat
tinggal (desa dan kota). Hasilnya 85 persen para perempuan menginginkan kulit
mereka tampak lebih putih (www.politikana.com).
Sayangnya,
pemerintah tampaknya tidak begitu kritis melihat hal ini, sebab harus diakui
dampak iklan sangat berpengaruh. Dalam tayangan Dorce Show tanggal 20 Okt. 2008, ada seorang wanita yang
menjadi korban karena ingin memiliki kulit yang lebih cerah agar kelihatan
lebih cantik. Saya yakin, ada banyak wanita yang berpikir demikian, dan karena
faktor ekonomi mereka tidak sanggup untuk membeli produk yang diiklankan,
jadinya mereka memilih obat-obat yang dijual bebas (www.wikimu.com). Para
remaja sekarang juga berlomba-lomba memiliki produk kecantikan sebab pasar
remaja adalah pasar yang menguntungkan dari sisi pemasaran. Remaja putri pun
saat ini bisa mempercayai sebuah iklan begitu saja, oleh karena secara
psikologis mereka masih labil bisa jadi mereka begitu mudah diombang-ambingkan.
DAFTAR PUSTAKA
http://blogombal.org/2008/09/09/putih-itu-cantik/
http://ikaningtyas.blogspot.com/2008_02_01_archive.html
http://www.wikimu.com/news/DisplayNews.aspx?id=11185

0 komentar:
Posting Komentar