I. Pendahuluan
Keberhasilan dalam suatu perusahaan akan sangat
ditentukan dan dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu faktor eksternal dan
faktor internal (Daft, 2003:108). Faktor eksternal meliputi perubahan
lingkungan bisnis, situasi perekonomian, kebijakan pemerintah dan perubahan
permintaan pasar akibat adanya perubahan selera dan pendapatan konsumen.
Faktor-faktor tersebut umumnya sulit dikendalikan oleh perusahaan secara
langsung karena keberadaanya di luar organisasi. Situasi tersebut membuat
perusahaan semakin sulit untuk mencapai kesuksesan terutama perusahaan dengan
permasalahan yang komplek.
Disisi lain, faktor internal perusahaan merupakan
faktor yang sepenuhnya berada dalam perusahaan. Faktor internal tersebut
meliputi sumber keuangan, kebijakan organisasi, budaya dan keberagaman
organisasi, serta sikap dan perilaku karyawan. Faktor-faktor tersebut merupakan
faktor yang cenderung lebih mudah untuk dikendalikan karena keberadaanya yang
berada di dalam perusahaan. Jika faktor-faktor tersebut dapat dikendalikan
dengan baik maka akan dapat menjadi penentu kesuksesan perusahaan.
Dalam kaitanya dengan hal diatas maka diperlukan
adanya kesesuaian antara sumber daya manusia dengan strategi perusahaan, baik
dalam masa sekarang maupun dalam jangka beberapa tahun kedepan. Menurut Hadari
(2003:5), permasalahan yang akan timbul terkait dengan penyesuaian tersebut
adalah bagaimana cara mempertahankan sumber daya manusia terbaik yang dimiliki
dan bagaimana cara untuk melakukan pembinaan dan pengembangan agar sesuai
dengan perubahan dan perkembangan lingkungan bisnis di masa depan.
Permasalahan tersebut setidaknya dapat menjadikan
tantangan bagi para manajer untuk melakukan perubahan dan peningkatan kualitas
kinerja perusahaan. Jika para manajer dapat fokus pada sisi sumber daya
manusia, maka problematika tentang SDM dapat teratasi. Apalagi jika kita kaji
lebih lanjut bahwa peran dari SDM itu sendiri sebenarnya telah megalami
perubahan. Diamana perubahan tersebut merupakan peran baru SDM dalam suatu
perusahaan yang meliputi SDM dan pendorongan produktifitas, SDM dan jasa, SDM
dan ketanggapan, SDM dan komitmen kerja serta SDM dan strategi perusahaan
(Dessler, 1997 : 19-20).
Pada tahap awal problematika tentang SDM terdapat
suatu cara praktik yang bisa diterapkan yaitu membangun kembali keunggulan
kompetitif perusahaan. Di era global seperti sekarang ini keunggulan kompetitif
sangat tergantung pada bagaimana SDM dalam suatu perusahaan dapat dikelola
secara efektif dan efisien (Priyono, 2003 : 17). Pernyataan tersebut tentunya
tidak mengesampingkan peran kritis dari sumber daya yang lain seperti keuangan
dan teknologi karena bagaimanapun juga sumber-suber tersebut nantinya juaga
akan dihasilkan oleh usaha manusia yang rajin, kreatif dan inovatif.
Selanjutnya menyikapi hal tersebut maka diperlukan
adanya rencana strategis yang harus sinergi dengan kualitas SDM yang ada.
Menurut Prasetio (2000), pelaksanaan praktik manajemen SDM yang dilakukan
secara progresif merupakan salah kesinergisan dari strategi yang dapat
meningkatkan kemampuan bersaing perusahaan. Dan adanya perubahan lingkungan
ekonomi yang begitu cepat mendorong dilakukanya praktik MSDM yang progresif
untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Praktik ini ditandai dengan adanya
kinerja yang meningkat dan selanjutnya mempengaruhi kemampuan dan motivasi
karyawan.
Penelitian menyebutkan bahwa MSDM yang efektif
mempunyai pengaruh yang positif terhadap kinerja organisasional termasuk
karyawan yang tinggi dan kinerja finansial yang kuat (Daft, 2006:144). Oleh
karena itu tak heran jika pada saat dasawarsa terakhir muncul kesadaran
pentingnya pengelolaan SDM yang baik dalam perusahaan. Ditambah lagi dengan
adanya berbagai upaya yang diharapkan mampu untuk memelihara, meningkatkan ,
mendorong dan memperkuat keefektifan kerja karyawan guna mempertajam kemampuan
kompetisi karyawan yang dimilki.
Akhirnya seiring dengan meningkatnya perhatian
terhadap pengelolaan SDM, maka meningkat pula berbagai pengembangan praktik
MSDM. Oleh karena itu, studi ini bertujuan untuk membahas mengenai pengembangan
praktik yang progresif yang dirapkan melalui kesinergian antar kualitas SDM dan
strategi perusahaan. Adapun kerangka berfikir dari studi ini adalah sebagai
berikut. Bagian kedua akan memaparkan hakikat sumber daya manusia. Bagian
ketiga menjelaskan tentang pengertian praktik MSDM. Bagian keempat menguraikan praktik
MSDM yang progresif dan keunggulan kompetitif. Selanjutnya pada bagian kelima
akan menjelaskan pengintegrasian praktik MSDM denga strategi perusahaan. Dan
kesimpulan akan disajikan pada bagian terakhir dari studi ini.
II. Hakikat Sumber Daya Manusia
Penyatuan kepentingan individu dengan kepentingan
perusahaan merupakan suatu hal yang cukup sulit dilakukan. Apalagi jika kebutuhan
manusia bertemu dengan kebutuhan organisasi maka sering kali terjadi
perselisihan atau konflik. Untuk itu diperlukan adanya suatu integrasi sumber
daya manusia yang kokoh yang dapat mendorong kerja sama yang produktif dan
kreatif sebagai realisasi terhadap strategi yang telah ditentukan untuk
mencapai sasaran perusahaan. Untuk mendorong terwujudnya integrasi tersebut maka
sangat penting untuk mengetahui bagaimana hakikat sumber daya manusia yang
sebenarnya.
III. Pengertian Praktik MSDM
Praktik MSDM merupakan serangkaian
tindakan-tindakan yang digunakan untuk merealisasikan berbagai fungsi yang ada
pada Manajemen Sumber Daya Manusia. Praktik MSDM oleh Schuler dan Huber (1993)
didefinisikan sebagai tindakan-tindakan yang lebih spesifik yang digunakan
untuk menarik, memotivasi dan melatih kembali tenaga kerja sebagai cerminan
dari aktivitas-aktivitas MSDM secara umum(Perencanaan, Staffing, Penilaian, Kompensasi, Pelatihan dan Pengembangan serta
Pemeliharaan dan Penetapan hubungan kerja yang efektif). Jadi, dalam berbagai
tindakan untuk mendukung adanya penerapan praktik MSDM merupakan syarat
mutlak yang harus dilakukan dalam upaya
pemberdayaan sumber daya manusia yang efektif dan strategis sesuai dengan
fungsi dari MSDM itu sendiri.
IV. Praktik MSDM yang Progresif dan
Keunggulan Kompetitif
Progresifitas dalam menjalankan praktik MSDM
dimaksudkan untuk dapat meningkatkan keefektifan suatu perusahaan dalam
mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hubungan yang terjadi antara praktik
MSDM dengan kinerja organisasi akan memungkinkan digunakanya kinerja organisasi
untuk memprediksi keprogresifan praktik
MSDM (Prasetio, 2000:64). Dari sini dapat diketahui bahwa dalam mencapai
praktik MSDM yang progresif tidak terlepas dari adanya kinerja organisasi yang
dapat menciptakan persepsi yang nantinya akan berdampak positif pada peningkatan
kualitas perusahaan.
Disisi lain pengelolaan sumber daya manusia yang
strategis dan efektif akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan keunggulan
kompetitif suatu perusahaan. Berdasarkan resource
based view, perusahaan dapat mengembangkan keunggulan kompetitif secara
berkelanjutan dengan memiliki SDM yang tidak dimiliki oleh perusahaan lain.
Untuk itu perlu adanya spesialisasi dalam pengelolaan sumber daya manusia. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Ivancevich (1992:46)
Human Resource specialist is important to
answer competitive. Understanding the importance for competitive force and
their impack on human resource management program. And the result is the reason
why the nature of competitive must be evaluated regularly.
V.
Pengintegrasian Praktik MSDM dengan Strategi Perusahaan
Hal yang paling penting dalam hubungan manajemen
dan integrasi adalah suatu strategi yang yang dilaksanakan sesuai dengan
keadaan setempat (Gregor, 1988:56). Keadaan setempat yang dimaksudkan adalah
mengenai lingkungan bisnis, lingkungan budaya organisasi dan bagaimana cara
terbaik mengelola manusia. Ketiga faktor tersebut jika dikelola dengan efektif
dan secara terintegrasi, maka akan mempercepat suatu perusahaan dalam mencapai
tujuan yang diinginkan. Hal ini tentunya dengan tidak mengesampingkan strategi
yang telah ditetapkan, sebab strategi tersebut seharusnya sejalan dengan
praktik MSDM yang dilakukan perusahaan. Sebaik apapun praktik yang telah
dijalankan namun tidak sesuai dengan strategi perusahaan maka tidak akan benyak
bermanfaat bagi kinerja perusahaan.
DAFTAR PUSTAKA
Daft, Ricard L.2006.Manajement.Salemba Empat:Jakarta
Dessler, Gary.1997.Human Resource Development.Prenhallindo:Jakarta
Iswanto,
Yun.2005.”Jurnal Organisasi dan Manajemen”.Keserasian
Budaya Pada Implementasi MSDM.vol 1.no.1.pp 22-31
Ivancevich, John M.1992.Human Resource Manajement : Foundation of
Personel.Boston university : USA
Mc.Gregor, Douglas.1988.Aspek
manusia Dalam Dunia Usaha.Erlangga : Jakarta
Nawawi, Hadari.2003.Perencanaan Sumber
Daya Manusia.Gadjah Mada University Press : Yogyakarta
Prasetio, Teguh.2000.”Jurnal Ekonomi
dan Manajemen”.Praktik MSDM Yang Progresif.vol
1.no 1.pp 53-67
Priyono, Anjar.2003.”Jurnal
Ekonomi”.Perpaduan SDM dan Strategi
Bisnis Sebagai Penentu Kinerja Organisasi.vol 13.no 1.pp 15-27
Schuler, R.S dan Huber, V.L.1993.Personel and Human Resource Manajement.Minneapolis
: West Publishing Company

0 komentar:
Posting Komentar