Senin, 26 Maret 2012

Sekilas Tentang Penulis Part 2


Masa mengarungi perjalanan dan pelajaran kehidupan kampus selama kutang lebih 3 tahun 8 bulan yan penuh arti dan pengalaman yang luar biasa, akhirnya saya telah merasakan udara kebebasan terlepas dari status mahasiswa. Ada senang ada dukanya. Senang bisa memperoleh gelar Sarjana Manajemen(S.M) dan dapat membuat orang tua bangga dan bahagia. Sedihnya adalah ketika saya harus berpisah dengan teman-teman seperjuangan baik teman kuliah satu angkatan maupun teman-teman di organisasi (BEM Unair 2010, BLM FE UNAIR, MoSAIC, UKM Penalaran) yang telah memberikan warna dan pengalaman selama mengukir sejarah perjuangan dan prestasi bersamadi kampus tercinta.
Selanjutya tak pelak, pertanyaanya besar muncul “what I want to be ?”....awalnya setelah dinyatakan lulus ujian skripsi, muncul dilema antara melanjutkan sekolah S2 ataukan bekerja. Meskipun sudah ditawari beasiswa S2 ke salah satu universitas di Taiwan (dengan syarat harus menjadi dosen), namun tawaran itu dengan berat hati saya tolak. Meskipun banyak dari teman yang menyayangkan akan tawaran tersebut. Namun timng yang tidak pas jika saya harus melanjutkan S2 sekarang. Akhirnya saya tidak menerima tawaran tersebut, sedikit banyak rasa sungkan itu muncul ketika bertemu kembali dengan para dosen dan Kaprodi serta Wadek 2...
OK,,,that’s it,,!! Let’s Move on...Keputusan matang sudah diambil. Bekerja adalah best choice untuk sekarang ini. Dengan berbekal pada kemampuan dan percaya diri yang saya miliki, dengan yakin saya mulai mengirimkan lamarn ke beberapa perusahaan yang saya minati. Kebanyakan aplikasi saya kirimkan online melaui jobstreet.com ataupun jobsdb.com. Banyak sekali saya apply sekitar seratusan lebih (maklum lagi semangat-semangatnya). Ditambah lagi tepat satu bulan setelah saya lulus ada Job Fair di Gramedia Expo. Dan saya pun mengikuti jobfair tersebut. Di TKP saya bertemu dengan teman se almamater juga dan saling bertukar informasi tentang perusahaan yang akan dituju, awalnya tidak feel untuk apply di beberapa perusahaan soalnya perusahaan yang saya incar tidak membuka stand. Sebelumnya FYI:  bahwa saya tidak berminat dan tidak tertarik untuk bekerja di dunia perbankan, so..meskipun banyak uga bank yang buka lowowngan entah itu ODP atau PPS ya tidak bisa menarik hati saya.
Akhirnya dari hasil jobfair tersebut saya mendapat panggilan untuk tes di PT FIF yang ternyata sama teman saya di entrikan untuk mendaftar. Saya kaget karena sms nya sore di hari itu. Langsung sata cari informasi di google dan mendapatkan pencerahan ternyata ini adalah anak perusahaan Astra. Rasa senang mucul, soalnya Astra adalah salah satu tujuan meniti karir saya. Dan saya pun mencoba untuk mengikuti tes bersama dengan teman saya tadi. Beberaa tahap sudah kami lalui dan tibalah pada tahap terakhir dan kami pun bisa melalui sampai tahap terakhir yaitu Presesntasi dan Interview Panel oleh User (meskupun masih ada tes kesehatan, tapi katanya hanya formalitas,,,hahahha). Dengan semangat saya dan teman saya mengikuti proses tersebut dan alhasil yang membuat saya sedih dan merasa tidak “enak” adalah saat pengumuan dan ternyata saya lolos dan teman saya dinyatakan tidak lolos.
Setelah mendapatkan hasil tersebut, kembali muncul perdebatan di hati (agak lebay dikit)...Sesuatu yang telah menjadi komitmen saya untuk tidak berkecimpun di dunia perbankan sedikit banyak muncul lagi. FIF adalah dunia leasing, meskipun tidak mirip bank namun sesuatu yang berbau finance telah tidak berhasil menggoda saya. Namun karena gengsi sudah terlalu lama menunggu untuk dapat kerja dan FIF adalah perusahaan pertama yang menerima saya (Astra Group lagi), akhirnya saya menerima bekerja di FIF sebagai JODP. Meskipun sedikit rasa berat hati, namun tuntutan untuk harus bekerja secepatnya telah membuat saya memberanikan diri mengambil keputusan. Dan joint date di FIF saya tanggal 15 Juni 2011. So..FIF adalah first company saya.

to be continue.........

Residency Program di Italia


The Rockefeller Foundation
Bellagio Center Residence Program

Apakah anda seorang peneliti, ilmuwan, insan seni, jurnalis, penulis , aktivis LSM, pemerhati atau pembuat  kebijakan?

Apakah anda memiliki rencana untuk membuat sebuat projet ilmiah/publikasi/karya tulis/karya seni yang inovatif dan berpotensi memiliki impact yang besar?

Apakah anda tertarik untuk mengerjakan project anda tersebut di sebuah pusat penelitian dan studi di Italia dimana anda berkesempatan untuk berdiskusi dengan para scholar lain dari seluruh dunia

Jika jawaban anda YA, raihlah peluang untuk mengikuti Residency Program yaitu kesempatan untuk tinggal di The Rockefeller Foundation Bellagio Center Italia selama 4 minggu yang akan memberikan peluang untuk : 
  • Gratis akomodasi (termasuk makan) di The Rockefeller Foundation Bellagio Center Italia selama 4 minggu
  • Kesempatan untuk berinteraksi dan berdiskusi dengan para scholar lain dari berbagai penjuru dunia
  • Ruang studio privat untuk kerja mandiri
  • Undangan untuk menghadiri berbagai resepsi dan acara diskusi/ konferensi yang berlangsung di center tersebut
  • Kelompok beranggotakan 2-4 orang (yang mengrejakan 1 project/karya yang sama) dapat juga memiliki kesempatan dalam program ini


Daftarkan Secara ONLINE sebelum 1 Mei
Informasi lebih lengkap bisa didapatkan dengan mengakses
http://www.rocketfellerfoundation.org/bellagio-center/residency-programs.

Jumat, 23 Maret 2012

Fakta Menakjubkan Tentang Wudlu


Fakta Menakjubkan Tentang Wudlu

Prof Leopard Werner von Ehrenfels, seorang psikiater dan sekaligus neurology berkebangsaan Austria, menemukan sesuatu yang menakjubkan terhadap wudlu.Ia mengemukakan sebuah fakta yang sangat mengejutkan.

Bahwa pusat-pusat syaraf yang paling peka air tubuh manusia ternyata berada di sebelah dahi, tangan dan kaki. Pusat-pusat syaraf tersebut sangat sensitif terhadap air segar. Dari sini dia menemukan hikmah dibalik wudlu yang membasuh pusat-pusat syaraf tersebut. Ia bahkan merekomendasikan agar wudlu bukan hanya milik dan kebiasaan umat Islam tetapi untuk umat manusia secara keseluruhan.

Organ tubuh yang menjadi anggota wudlu disebutkan dalam Q.S Al Maidah : 6 adalah wajah, tangan sampai siku, dan kaki sampai mata kaki. Dalam hadist riwayat muslim dijelaskan bahwa, air wudlu mampu mengalirkan dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh mata, penciuman, pendengaran , tangan dan kakinya sehingga yang bersangkutan bersih dari dosa

Dengan senantiasa membasuh air segar pada pusat=pusat syaraf tersebut, maka berarti orang akan memelihara kesehatan dan keselarasan pusat syarafnya. Pada akhirnya Leopard memeluk agama Islam dan mengganti nama menjadi Baron Omar Rolf Ehrenfels

“Kami akan memperlihatkan Ayat-ayat (tanda-tanda) kami di segenap penjuru dan pada diri mereka sendiri sehingga jelaslah bagi mereka Al Quran adalah benar (Q.S Fushilat : 53)

Semoga kita termasuk orang yang senantiasa memelihara wudlu. :)

Paper debat FE Unnes 2010


Konsep Woman Asociation of Creative Craft (WACC) Berbasis Knwoledge Sharing 
Pada UMKM Untuk Meningkatkan Produktivitas Kinerja dan Daya Saing Berkelanjutan 
di Era Perdagangan Bebas


Oleh
Ikhsan, Merlin, Vitri[1]


I.              Pendahuluan
Perjanjian perdagangan antara ASEAN – Cina dan diberlakukanya CAFTA (China Asean Free Trade Area) pada 1 Januari 2010 telah mengancam pangsa pasar industri lokal. Jika hal ini terus dibiarkan, pangsa pasar domestik akan turun karena kalah dalam persaingan harga. Produk Cina yang ada di pasaran bisa lebih murah tiga kali lipat daripada produk lokal. Salah satu sektor yang pasti akan terkena dampaknya adalah sektor UMKM terutama untuk sektor UMKM di daerah.
Jika di satu sisi, tidak diragukan kebenarannya bahwa daya saing UMKM sedang menghadapi ancaman dari penetrasi pasar internasional seperti dari negara Cina atau India (karena pada kedua negara tersebut memiliki tingkat upah tenaga kerja yang relatif lebih rendah). Di sisi lain juga muncul kenyataan bahwa di dalam proses globalisasi yang sedang berlangsung juga menawarkan peluang dalam hal pertumbuhan pasar yang sangat cepat, “memendeknya jarak”, dan integrasi budaya.
Upaya pihak industri yang berada di dalam negara yang berbiaya tinggi, umumnya menggunakan beberapa strategi yang berbeda untuk mencapai daya saingnya di lingkungan global, diantaranya adalah:
1.      Menurunkan tingkat upah tenaga kerja dan biaya produksi dari komponen biaya yang lainnya sampai pada tingkatan yang cukup untuk bersaing dengan perusahaan-perusahaan asing yang berbiaya rendah.
2.      Merubah capital-labor ratio agar dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja.
3.      Melakukan outsourcing pada bagian rantai suplai yang membutuhkan jumlah tenaga kerja kepada negara-negara yang berbiaya rendah (OECD, 2000).
Strategi tersebut di atas memiliki perspektif jangka pendek yang juga memiliki dampak “menyakitkan” seperti meningkatnya jumlah pengangguran atau menurunnya standar hidup tenaga kerja. Oleh karena itu penulis mengusulkan adanya penggunaan strategi baru yang membutuhkan perubahan struktural ke arah aktivitas-aktivitas ekonomi yang berbasis pengetahuan (knowledge-based economic activities). Beberapa peneliti dan analis, akhir-akhir ini menunjukkan tentang cara memberdayakan kemampuan inovatif melalui investasi dalam bentuk penciptaan dan penyebaran pengetahuan melalui knowledge sharing untuk meningkatkan daya saing secara jangka panjang dan berkelanjutan.
Disamping itu strategi ini juga akan lebih maksimal jika diintegrasikan dengan bentuk asosiasi pengrajin UMKM. Dengan melakukan studi kasus UMKM  di Kecamatan Gudo Kabupaten Jombang yang kebanyakan dari mereka adalah para ibu-ibu dan dengan keberhasilan sentra industri di Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo,  maka penulis mencoba mengususlkan adanya asosiasi UMKM yag lebih feksibel dengan basis knowledge sharing . Hal ini akan semakain mudah dan dapat meningkatkan produktivitas kinerja dan daya saing UMKM dalam menghadapi persaingan dan perdagangan bebas sekarang ini.


II.           Potret UMKM dalam Perekonomian Indonesia
          UMKM adalah salah satu komponen penting bagi perekonomian di Indonesia. Ketika terjadi krisis ekonomi pada tahun 1997, sektor UMKM-lah yang mampu menyelamatkan setidaknya sebagian kondisi perekonomian Indonesia. Selain itu sektor UMKM menjadi salah satu penyumbang ekonomi terbesar di Indonesia.
          Berdasarkan informasi dari data Usaha Kecil Menengah (UKM), BPS pada bulan Mei 2008 telah menjelaskan beberapa indikator kunci UMKM sebagai berikut:
1.             Bila dirinci menurut skala usaha, pertumbuhan PDB Usaha Kecil dan Menengah (UKM) mencapai 6,4 persen dan Usaha Besar (UB) tumbuh 6,2 persen. Pada tahun 2007 total nilai PDB Indonesia mencapai Rp 3.957,4 triliun, dimana UKM memberikan kontribusi sebesar Rp 2.121,3 triliun atau 53,6 persen dari total PDB Indonesia.    
2.             Jumlah populasi UKM pada tahun 2007 mencapai 49,8 juta unit usaha atau 99,99 persen terhadap total unit usaha di Indonesia, sementara jumlah tenaga kerjanya mencapai 91,8 juta orang atau 97,3 persen terhadap seluruh tenaga kerja Indonesia.
3.             Nilai investasi fisik UKM yang dinyatakan dengan angka Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) pada tahun 2007 mencapai Rp 462,01 triliun atau 46,96 persen terhadap total PMTB Indonesia.
Tabel 3 : Laju Pertumbuhan PDB UKM 2005-2007 (dalam persen)
Skala Usaha
2005
2006
2007
Usaha Kecil
5,82
5,50
6,18
UsU      Usaha Menengah
6,25
6,27
6,84
UKM
5,95
5,73
6,38
Usaha Besar
5,73
5,23
6,24
Total
5,69
5,51
6,32
Sumber : BPS Indonesia, 2008
          Melihat fakta di atas, terlihat bahwa UKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia. Ini belum termasuk sektor usaha mikro yang tentu saja cukup banyak melakukan kegiatan perekonomian di Indonesia. Ditambah lagi sektor UMKM terkenal dengan ketahanannya terhadap gejolak siklus bisnis di suatu negara. Selama ini justru UMKM acapkali menyelamatkan perekonomian Indonesia melalui penyerapan tenaga kerja informal yang pada masa resesi harus kehilangan tenaga kerja formalnya.
          Jadi, pengembangan UMKM sangat relevan dilakukan di Indonesia. Di tengah krisis keuangan global yang sedang mengancam perekonomian tiap negara, mengembangkan UMKM (sektor riil) dapat menjadi salah satu pilihan mengantisipasi krisis keuangan global. Rachmat Gobel, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Industri, Teknologi dan Kelautan, mengatakan bahwa krisis keuangan global yang sedang terjadi saat ini dapat dijadikan momen yang sangat tepat untuk memperkuat dan mempercepat implementasi kebijakan dengan berbagai insentif untuk sektor mikro guna mewujudkan terciptanya kesejahteraan rakyat


III.         Studi Kasus Gambaran dan Perbandingan Keberadaan UMKM di Dua Kabupaten Besar Di Jawa Timur
Dibawah ini terdapat dua jenis industri kecil yang bersifat kontras. Industri kerajinan manik- manik yang masih tradisional tanpa wadah pengelolaan dari pemerintah dan industri kerajinan tas tanggulangin yang lebih modern dan sudah tersentuh asosiasi dari pemerintah.
a.  Sentra Kerajinan Manik- Manik Gudo Jombang
Industri kerajinan manik- manik adalah jenis industri kecil utama yang menyerap tenaga kerja paling banyak di Jombang. Pada akhir 2009, jumlah pengusaha kecil manik-manik sebesar 120 orang dan menyerap tenaga kerja hingga 1.500 orang. Lokasi kerajinan dengan skala industri kecil ini terletak di Desa Plumbon-Gambang Kecamatan Gudo. Daerah ini dikenal sebagai sentra kerajinan manik-manik sejak akhir tahun 70-an. Terdapat dua jenis manik- manik yang diproduksi di tempat ini, yaitu Glass Beads dan Resin Beads. Manik- manik tersebut dirangkai menjadi gelang, kalung, gantungan kunci, dan bross dengan harga jual Rp 3.000 – Rp 30.000 perbuah. Kerajinan ini telah merambah pasar ekspor, yaitu Amerika Serikat, Jepang, Israel, dan Australia dengan omset ratusan Dollar. Serta menjadi salah satu produk yang banyak dijumpai di Pasar Seni Bali, Kalimantan dan kota- kota besar di Jawa. Dalam beberapa bulan terakhir volume penjualan manik- manik mengalami penurunan hingga 40-50%. Hal ini disebabkan karena munculya manik- manik mengkilat dari Cina dengan harga yang lebih murah hingga 2-3 kali lipat.
Industri kerajinan manik- manik ini masih tradisional, baik dari segi teknik produksi yang manual maupun manajemennya. Pemerintah Kabupaten Jombang setempat sudah berupaya untuk mewadahi mereka dalam bentuk koperasi, namun kesadaran pengrajin tersebut masih rendah karena anggapan bahwa wadah yang dibentuk pemerintah tersebut terlalu rumit birokrasinya. Mereka lebih memilih menjual produknya secara direct selling dan independen. Meskipun sudah terdapat satu asosiasi yang menaungi para pengrajin ini, yaitu Asosiasi Pengusaha Manik dan Aksesori (APMA), namun organisasi tersebut hanya bersifat organisasi kebersamaan yang informal dan tidak terstruktur, sehingga belum memberikan dampak yang nyata bagi para pengrajin. Dalam perkembangannya kerajinan manik- manik ini masih menghadapi berbagai permasalahan. Modal pengrajin yang rendah, pemasaran dan promosi yang tersendat- sendat, isu CAFTA serta rendahnya nilai tawar perajin di pasaran. Oleh karena itu, masing-masing perajin memasarkan produksinya secara langsung ke Pulau Bali. Pengrajin pun   tidak terorganisir dengan baik, maka dalam penawaran terjadi perang harga. Akibat dari itu semua, anjloknya harga menjadi tidak terkendali. Ketika sudah terjadi  “perang pasar”, maka barang di jual dengan harga di bawah biaya produksi’. Sehingga konsumenlah yang kemudian menjadi “ price taker “. Selain itu terdapat kesenjangan yang tinggi antara pengrajin yang sudah berskala usaha besar dan pengrajin yang omsetnya masih kecil. Pengrajin besar dapat menembus pasar ekspor, sedangkan pengrajin kecil hanya mengandalkan pasar lokal yang itupun tidak menentu.
b. Sentra Kerajinan Tas Kulit Tanggulangin
Sentra kerajinan ini adalah salah satu ikon kota Sidoarjo. Berdiri sejak tahun 1950an terbentuk karena banyak perajin yang bekerja di berbagai perusahaan industri tas di Surabaya. Dengan pengalaman yang didapatkan dari perusahaan, mereka kemudian mendirikan usaha sendiri. Produk yang dihasilkan antara lain tas, koper, dompet, ikat pinggang dan sepatu. Produk ini telah memiliki brand dan mutu yang cukup bagus yang sudah diakui oleh konsumen. Tetapi setelah terpuruk karena hempasan badai krisis moneter, dilanjut dengan serbuan barang-barang produk Cina yang harganya sangat kompetitif, namun kualitasnya buruk. Belum sembuh, muncul bencana semburan Sidoarjo, yang juga ikut andil dalam keterpurukan tersebut. Praktis, hampir 2 tahun lamanya sentra industri tas dan koper Tanggulangin sepi pengujung,– sebagian besar memang wisatawan dari luar daerah yang sedang transit.
Sebelum terjadinya bencana luapan lumpur Lapindo 2006, sentra industri ini sangat berkembang. Sedikitnya ada sekitar 500 pengusaha dan tenaga kerja yang terlibat di sektor ini mencapai 4.000 orang dengan omzet total perhari mencapai 1 miliar.  Mekanisme pengelolaan atau manajemen usahanya pun sudah tergolong teratur. Pengrajin- pengrajin di Tanggulangin ini diwadahi dalam suatu organisasi koperasi pengrajin yang bernama INTAKO sejak tahun 1976 dengan rata-rata produksi 250 sampai 1.000 tas dan koper per hari. Modal usaha diperoleh dari simpanan pokok anggota. Dalam perjalanannya, koperasi itu terus berkembang dan jumlah anggotanya sudah mencapai 354 perajin dengan aset sekitar Rp 10 miliar.
Melalui peran serta koperasi INTAKO, skala usaha kerajinan kecil Tanggulangin semakin pesat, mampu menembus pasar ekspor dan dalam negeri. Adanya kesadaran dan kerjasama pengrajin dan asosiasi yang menaungu mereka merupakan salah satu penyebab kemajuan itu. Koperasi INTAKO berperan dalam menyediakan bahan baku, melakukan mediasi pemasaran dan order serta melakukan perjanjian kerjasama kesepakatan harga, sehingga pengrajin tidak dipermainkan oleh konsumen.
Melalui asosiasi diharapkan penjualan dapat dibantu dari segi pemasarannya, dan untuk mengatasi terjadinya persaingan di antara para pengusaha, maka mereka mensiasatinya dengan memproduksi barang dari kulit dengan model yang lebih variatif, dan berbeda satu pengusaha dengan pengusaha lainnya. Karena itu, melalui asosiasi diharapkan terjadi kemitraan yang lebih konkret, sehingga nantinya Tanggulangin masih memiliki harapan pengembangan yang lebih baik lagi ke depannya.
Sampai kini, wilayah tersebut masih mengandalkan sebagian besar penjualan produknya (60 persen) dari penjualan tas wanita, dan sisanya adalah keperluan lainnya mulai dari tas bepergian, dompet, ikat pinggang, dan sepatu kulit. Selain itu, pengrajin juga melakukan kerjasama kemitraan dengan Kemitraan Pengusaha Besar (Pemilik Merek) dan Mitra Binaan sebagai salah satu bentuk kemitraan/sinergi antara pengusaha besar (pemilik merek) yang kini juga tengah berkembang menjadi satu bentuk trend di wilayah Sidoarjo. Kerjasama tersebut dalam bentuk order yang diberikan kepada mitra binaan produsen sepatu. Usaha seperti ini memberi harapan bagi penyerapan tenaga kerja lebih besar, apalagi kalau pesanannya bertambah, pengusaha sampai harus memperluas perusahaan dan menambah jumlah line produksi.


IV.                         Konsep WACC (Women Association of Creative Craft)  
Dalam konsep ini UMKM yang terdiri dari pengrajin- pengrajin tersebut diwadahi dalam suatu organisasi atau asosiasi pengrajin. Asosiasi ini memiliki sistem yang berbeda dengan asosiasi pengrajin pada umumnya. Sebagian besar pengrajin di Indonesia yang memiliki tingkat kreativitas dan keuletan tinggi adalah wanita, sehingga pengurus organisasi ini adalah wanita. Selain itu asosiasi ini akan lebih meningkatkan peran serta wanita dalam perekonomian kerakyatan. Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan WACC untuk meningkatkan produktivitas UMKM, yaitu: Pertama, Pengontrolan harga, hal ini dilakukan agar harga produk antar satu pengrajin dengan pengrajin lainnya bisa selaras dan tidak terjadi permainan harga diantara produsen. Kedua, Mediasi Bahan baku dan Pemasaran, agar supply bahan baku yang dibutuhkan pengrajin dapat berjalan dengan lancar dan pengrajin dapat menemukan pasar yang sesuai. Ketiga adalah pelatihan entrepreneurship bagi pengrajin agar SDM  pengrajin bisa meningkat.


V.           Strategi Penerapan Knowledge Sharing Dalam WACC (Women Association of Creative Craft
UMKM sebenarnya menghadapi dua sisi dilematis yang disebabkan oleh kondisi arsitektur UMKM, yaitu: kemampuan adaptasi dan fleksibilitas UMKM yang relatif tinggi karena memiliki UMKM ukuran yang kecil, dan sekaligus ketidakberdayaan UMKM dalam menjalankan aktivitas-aktivitas penelitian & pengembangan serta di dalam melakukan inovasi karena keterbatasan skala ekonomis akibat memiliki ukuran yang kecil tersebut.
Untuk itu, berdasarkan uraian diatas penulis mengusulkan konsep knowledge sharing. Beberapa peneliti dan analis, akhir-akhir ini menunjukkan tentang cara memberdayakan kemampuan inovatif melalui investasi dalam bentuk penciptaan dan penyebaran pengetahuan melalui knowledge sharing untuk meningkatkan daya saing secara jangka panjang dan berkelanjutan. Jadi  knowledge sharing adalah suatu hal yang sangat menentukan di dalam mempertahankan keunggulan bersaing melalui inovasi atau aktivitas-aktivitas penciptaan nilai yang lainnya (Pinch et al., 2003)
Untuk itu UMKM sebaiknya menempuh langkah-langkah tindakan sebagai berikut:
1.             Mengelola dimensi knowledge sharing melalui Communities of Practices (CoPs) agar UMKM dapat mengintegrasikan dan menghasilkan kolaborasi yang lebih baik antar partner (Segura et.al., 2005).
2.             Mengelola dimensi external expertise & capabilities dalam jaringan bisnis diantara perusahaan, penyedia jasa layanan usaha (misal: institusi pelatihan, sentra teknologi, dan sebagainya) dan perumus kebijakan lokal, yang dapat mendukung pembentukan suatu visi pengembangan UMKM secara bersama-sama dan memperkuat tindakan kolektif untuk meningkatkan daya-saing UMKM (Cegile, et al., 1999; Tambunan, 1997).
3.             Mengelola dimensi knowledge sharing antar perusahaan berguna: untuk memperbaUMKMi kualitas produk dan untuk meraih segmen-segmen pasar yang lebih menguntungkan, serta untuk pengembangan strategi-strategi bisnisnya agar mampu meningkatkan daya saingnya. ( Cegile dan Dini,1999).
4.              Mempertimbangkan dimensi struktur, budaya, dan acuan interaksi knowledge sharing sesuai karakteristUMKM organisasi UMKM agar kondusif bagi upaya peningkatan daya saing UMKM (Wen-Bao,2007).
Selanjutnya dengan mengadaptasi kesuksesan asosiasi UMKM di Tanggulangai maka pembentukan WACC (Women Association of Creative Craft)  ini akan menjadi solusi implementatif untuk mengatasi tantangan UMKM di era perdagangan bebas sekarang ini.

VI.                         Penutup
Konsep WACC layak diaplikasikan dalam upaya pengembangan industri kerajinan kecil di Indonesia. WACC dapat memberikan banyak keunggulan bagi pengrajin, masyarakat sekitar, pemerintah dan perekonomian secara umum. Keunggulan tersebut antara lain:
1.             Pengurus WBC terdiri dari para wanita dengan tingkat ketelitian dan loyalitas yang lebih tinggi, maka produktivitas dan kredibilitas WACC dapat dipertanggungjawabkan. Selain itu, rasio ketergantungan akan menurun karena pemberdayaan wanita pengrajin yang sebagian besar ibu rumah tangga dan remaja yang tidak melanjutkan sekolah. WACC dapat mensinergiskan Kelompok Usaha Bersama dan Asosiasi yang sudah terdapat di sentra tersebut. Kerjasama akan tercapai karena masing- masing memiliki wewenang yang berbeda. WACC juga dapat menjadi mediator antara pengrajin dengan Dinas KUMKM dan Dinas Perdagangan dan Perindustrian.
2.             Dengan menerapakan kwoledge sharing maka proses penciptaan ide-ide kreatif  dan inovatif akan semakin cepat dan aktivitas-aktivitas yang dilakukan dalam asosiasi akan memilii nilai pengetahuan. Sehingga dapat memacu produktivitas dan kinerja lebih baik lagi


Referensi
Badan Pusat Statistik Indonesia. Berita Resmi Statistik: Perkembangan Indikator Makro UKM Tahun 2008. No. 28/05/Th XI, 30 Mei 2008
Cegile, G. and Dini M., (1999). SME Cluster and Network Development in Developing Countries: The Experience of UNIDO. UNIDO PSD Technical Working Papers Series.
Pinch, S., N. Henry, M. Jenkins, and S. Tallman, 2003, ‘From 'industrial districts' to 'knowledge clusters': a model of knowledge dissemination and competitive advantage in industrial agglomerations’, Journal of Economic Geography 3(4), 373-88.
Segura, Gerardo GutiƩrrez; Deslandres, Veronique; Dussauchoy, Alain. (2005). A Knowledge Management Based Framework as a Way for SME Networks Integration. Emerging Solutions for Future Manufacturing Systems. Springer Science + Business Media, Inc.
Wen-Bao Lin. (2007).The effect of knowledge sharing model.Expert Systems with Applications.diakses dari www.elsevier.com/locate/eswa.
www.digilib.its.ac.id. Strategi pengembangan kawasan sentra industri kerajinan kulit Tanggulangin diakses pada 24 Mei 2010:19.00
www.beritajatim.com. Manik-manik Jombang terbunuh produk Cina .diakses pada 20 Met 2010: 14.00
www.jombangkab.go.id. Asosiasi pengusaha manik-manik dan assesoris. Diakses pada 20 Maret 2010:14.12
www. Bisnisukm.com. Indistri tas dan koper tanggulangin sidoarjo tetap eksis. Diakses pada 24 Mei 2010: 18.55




[1] Alumni Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya
Angkatan 2007

Sabtu, 10 Maret 2012

Tugas Manajemen Kualitas


Analisis artikel tentang
(standar mutu internasional suatu perusahaan)

Sekilas mendengar istilah standar mutu, kita seringkali teringat akan satu istilah, yaitu ISO. ISO, Organisasi Internasional untuk Standardisasi yang berkantor pusat di Jenewa, merupakan lembaga swadaya masyarakat (LSM atau NGO = Non-Governmental Organization) penetap standar internasional yang terdiri dari wakil-wakil dari badan standar nasional setiap Negara yang bekerja sama telah menghasilkan lebih dari 17.000 standar internasional untuk bisnis, pemerintahan dan masyarakat umum. Pada awalnya, singkatan dari nama lembaga tersebut adalah IOS dalam bahasa
Inggris (International Organization for Standardization) atau OIN dalam bahasa Perancis (Organisation internationale de normalisation) sebelum akhirnya
ditetapkan menggunakan nama ISO, diambil dari bahasa Yunaniisos yang berarti
sama.
Didirikan pada 23 Februari 1947 di Jenewa, Switzerland. ISO menetapkan standar-standar industrial dan komersial dunia. ISO pada awalnya dibentuk untuk
membuat dan memperkenalkan standardisasi internasional untuk apa saja. Standar
yang sudah kita kenal antara lain standar jenis film fotografi, ukuran kartu
telepon, kartu ATMBank, ukuran dan ketebalan kertas dan lainnya. Dalam
menetapkan suatu standar tersebut mereka mengundang wakil anggotanya dari 170
negara untuk duduk dalam Komite Teknis (TC = Technical Committee).
Penerapan standat mutu ISO dalam suatu perusahaan memegang peranan yang cukup penting, apalagi bagi perusahaan manufaktur yang memiliki pasar yang cukup luas. Terkadang pasar meminta produk yang sudah berstandar internasional. Penerapan ISO bukan hanya sekedar mengumpulkan dokumen – dokumen pendukung, yang memang harus disediakan, melainkan penerapan langsung pada sistem yang ada dalam perusahaan. Dimulai dari sistem administrasinya, sistem produksinya, delivery-nya, hingga after sales service-nya. Semua harus memenuhi standar yang diterapkan.
Tidak hanya perusahaan saja, ISO juga telah dimiiki oleh lembaga pendidikan seperti universitas. Sekarang ini banyak sekali universitas-universitas yang berlomba-lomba untuk mendapatkan sertifikat standar internasional tersebut. Jadi persiapan dan perbaikanpun terus dilakukan untuk mencapai pelayanan yang lebih baik dan mewujudkan sistem pendidikan yang lebih komprehensif.
Berawal dari gambaran diatas maka kami akan mengulas kesuksesan perusahaan dan perguruan tinggi yang telah berhasil mendapatkan sertifikasi ISO
1.             Kesuksesan PDAM Tirtanadi Sumut
Direktur Utama PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara Drs. Sjahril Effendy P. MSi, MA, MPsi, PhD menegaskan bahwa ISO 9001 adalah suatu persyaratan bagi Sistem Manajemen Mutu yang mengacu pada Standar Internasional dan bertujuan untuk menjamin bahwa organisasi akan memenuhi persyaratan pelanggan dan peraturan yang berlaku secara terus-menerus sehingga dapat meningkatkan kepuasan pelanggan.
PDAM Tirtanadi mendapatkan sertifikat ISO pertama kali untuk IPA Deli Tua di tahun 2000 yaitu ISO 9001 : 1994 dan di up-grade menjadi ISO 9001 : 2000 di tahun 2003 sekaligus IPA Sunggal selanjutnya dalam rangka kepedulian terhadap lingkungan ISO 9001 : 2000 di kedua IPA tersebut di integrasikan dengan ISO 14001 : 2004 (Sistem Manajemen Lingkungan) yang disertifikasi tahun 2005. Dalam rangka meningkatkan pelayangan terhadap pelanggan dilakukan sertifikasi untuk cabang pelayanan dan sebagai pilot project diterapkan untuk dua cabang yaitu Cabang Sunggal dan Cabang Padang Bulan tahun 2006. Selanjutnya untuk kantor Pusat pada tahun 2007, sedang untuk IPA Limau Manis dan IPA Hamparan Perak pada tahun 2008.
Sertifikat ISO Corporate yang diterima Gubernur Sumatera Utara tanggal 14 Agustus 2009 merupakan penggabungan dengan dari Sistem Manajemen Mutu dari yang selama ini terpisah. Tujuannya agar terdapat penyatuan dan penyeragaman sistem yang ada dalam ruang lingkup corporate sehingga lebih optimal dan dari segi biaya lebih efisien.
Adapun ruang lingkup ISO Corporate ini terdiri dari 35 unit kerja (15 Divisi/setingkat, 14 Cabang Pelayanan Zona 1, 4 Instalasi Pengolahan Air, Laboratorium dan Bengkel) dan telah di audit oleh Badan Sertifikasi TUV NORD sekitar bulan Juli yang lalu dan hasilnya direkomendasi mendapatkan sertifikat ISO 2008 dan sertifikat ISO 14001 : 2004 untuk IPA Deli Tua dan Sunggal.
Dari kesekian kalinya penghargaan yang diperoleh oleh PDAM Tirtanadi ini menunjukkan bahwa perusahaan air minun ini memiliki komitmen yang tinggi dan fokus pada pelayanan dan kualitas yang prima. Perbaikan yang dilakukan tidak hanya setengah-setengah, melainkan perbaikan secara terus menerus (continuing Improvement) secara menyeluruh. Semua elemen dilibatkan baik dari segi atasan maupun karyawan. Mereka berbaur da bekerja sama dalam upaya menjaga dan mempertahankan ISO yang telah dimiliki. Disamping itu mereka juga terus digalaka untuk mendapatkan ISO selanjutnya untuk cabang IPA yang lain yang masih belum terstandarisasi
Jadi untuk mewujudkan visi dan misi PDAM Tirtanadi perusahaan, maka perusahaan harus menyusun suatu kebijakan mutu yang merupakan komitmen secara terus – menerus untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kualitas air dan kontinuitas air untuk memuaskan pelanggan PDAM Tirtanadi dan stakeholders dalam rangka mencapai visi perusahaan. Audit yang dilakukan juga harus secara konsisten sehingga instansi tidak perlu khawatir akan penurunan mutu atau inkonsisten mutu produk atau jasanya. Selain itu, karena standar ini internasional, suatu instansi yang telah mengimplementasinya akan diakui dunia sebagai produk atau jasa yang bermutu dan terpercaya.


2.             Kesuksesan Universitas Sahid Jakarta
          Universitas Sahid Jakarta memperoleh sertifikat standar mutu internasional ISO 90012008 dan IWA 112007 dari Bureau Veritas Certification Prancis, setelah berhasil menerapkan sedikitnya delapan sasaran mutu. Piagam sertifikat ISO tersebut diserahkan Tjatur Heru, perwakilan Bureau Veritas Certification Prancis di Indonesia, kepada Sutyastie Soemitro Remi, Rektor Universitas Sahid Jaya disaksikan Nugroho B. Sukamdani, Ketua Umum Yayasan Sahid Jaya, pemilik perguruan tinggi ini.
          Nugroho mengatakan pengakuan standar mutu internasional menjadi tuntutan untuk jaminan mutu pendidikan. Oleh karena itu, kami berharap bisa menjadi tuntunan untuk memberikan pelayanan pendidikan yang prima bagi semua stakeholders, terutama para dosen dan mahasiswa, sehingga dapat memacu menjadi kampus unggulan.
          Rektor Universitas Sahid Jakarta, Sutyastie Soemitro Remi mengatakan delapan sasaran mutu yang diterapkan antara lain pemanfaatan teknologi informasi dalam proses belajar dan mengajar. Jika saat ini baru 45%, dalam 3 tahun ke depan harus mencapai 100%, sehingga baik mahasiswa maupun dosen harus menyiapkan diri dengan teknologi dan internet.
          Sasaran lainnya sehingga peruguruan tinggi ini berhasil mendapatkan ISO adalah :
1.             Menjamin mahasiswa lulus tepat waktu, 6 bulan setelah lulus harus sudah bekerja. Universitas Sahid memiliki career development centre untuk melacak sejauh mana para lulusan sudah terjun ke dunia kerja atau menciptakan sendiri lapangan kerja.
2.             Di sisi dosen, juga harus ada peningkatan keahlian bahkan tingkat kehadiran serta mata kuliah yang akan dan telah disampaikan dimonitor dengan baik sehingga akan berdampak pada kualitas pendidikan. Oleh karena itu, pengakuan internasional dari biro sertivikasi Prancis ini harus terus dipertahankan dan setiap 6 bulan akan dievaluasi. Kalau pencapaiannya menurun, pengakuan bisa dianulir
          ISO 9001 versi 2008, mengedepankan pada pola proses bisnis yang terjadi dalam organisasi perusahaan sehingga hampir semua jenis usaha bisa mengimplementasikan sistem manajemen mutu ISO 9001 ini, termasuk bidang pendidikan. Adapun International Workshop Agreement (IWA) 112007, tambahnya, adalah panduan penerapan sistem manajemen mutu ISO 90012008 bagi institusi pendidikan
          Jadi yang terpenting adalah bagaimana menciptakan sinergisitas anatar elemen yang ada pada perguruan tinggi. Disamping itu kita juga tidak boleh mengabaikan pihak lain yaitu stakeholder. Perlu diketahui bahwa tujuan semua stakeholders adalah mengubah paradigma untuk memberikan pelayanan dan mutu pendidikan yang terbaik. Sehingga penerapan standr kualitas internasionalinidapat terjaga sehingga mampu mewujudkan terciptanya kualitas mutu pendidikan yang baik dan bermartabat.

REFERENSI

http://bataviase.co.id/node/131436Universitas Sahid peroleh standar mutu internasional, diakses tanggal 25 Maret 2010

Untuk para GALAUERS



Pantaskah kita mengeluh...???


Ketika kita mengeluh : " Ahhh mana mungkin...." Allah menjawab : "Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” Maka terjadilah ia". (QS. Yasin : 82)

Ketika kita mengeluh : " Capek banget gw ..." Allah menjawab : "dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat". (An Naba' : 9)

Ketika kita mengeluh : " Berat banget ya, gak sanggup rasanya " Allah menjawab : “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa):” Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir “. (QS. Al Baqarah : 286)

Ketika kita mengeluh : " Streesss nih,,panik gw..." Allah menjawab :  (Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram ". (QS. Ar Ra'd : 28)

Ketika kita mengeluh : " Yaaaahhh, ini mah semua bakal sia-sia.." Allah menjawab : Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (QS. Al  Zalzalah : 7)

Ketika kita mengeluh : " Gile aje, gw sendirian...ga ada seorangpun yang mau bantuin." Allah menjawab : Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al Mukmin : 60)

Ketika kita mengeluh : " Duhh,,sedih bangte deh gw..." Allah menjawab :  Jikalau kamu tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah) mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: “Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita.” Maka Allah menurunkan ketenangan-Nya kepada (Muhammad) dan membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. At Taubah : 40)

Kita semua yang mulai galau atas perhatian Allah yang serasa jauh dari kita paahal sebaliknya Allah selalu dekat. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang mendoa apabila ia berdoa kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah) Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. (QS. Al Baqarah : 186)

Jumat, 09 Maret 2012

TRAGEDI WTC


Siapa sangka kejadian 11 September 2001 Tertulis dalam Al Quran
Ternyata Allah telah memberikan kabarnya 14 abad yang lalu tanpa diketahui oleh manusia.
Ini adalah salah satu Mu'jizat Al Quran yang telah membuktikan kejadian pada masa yang akan datang
Tragedi WTC ada pada surat At Taubah 109

Terjemahan :
Maka apakah orang-orang yang mendirikan masjidnya di atas dasar takwa kepada Allah dan keridhaan (Nya) itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam neraka Jahannam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim”

Pada surat At Taubah diatas disebutkan kata di tepi jurang yang runtuh yang dalam bahasa arabnya "JURUFIN HAR". Ulama tafsir dulu menterjemahkan kata ini sebagai "tepi jurang yang runtuh", ternyata 14 abad kemudian kata tersebut menjadi nama sebuah jalan di kota New York tempat berdirinya WTC yaitu jalan JERF HAR.
Subhanallah...!!!!
Kita ingat kejadian WTC runtuh pada tanggal 11 September 2001
Mari kita lihat beberapa kesamaan (yang mestinya bukan hanya kebetulan semata-mata) :
1.      Tanggal 11 adalah tanggal terjadinya tragedi WTC, apakah suatu kebetulan bila surat At Taubah terletak pada juz ke 11
2.      Bulan terjadinya tragedi itu adalah bulan September (bulan ke 9), apakah suatu kebetulan jika surat At Taubah berada pada uruan ke-9 di dalam Al Quran
3.      Tahun terjadinya tragedi itu adalah tahun 2001, apakah suatu kebetulan juga jika surat At Taubah terdiri dari 2001 huruf
4.      Jumlah tingkat di gedung WTC ada 109 tingkat, sekali lagi apakah suatu kebetulan bila hal tersebut sudah tertulis di surat At Taubah
Subhanallah...!!!
Maha Suci Allah dan Sungguh benar Muhammad adalah Rasul-Mu dan Sungguh benarlah firman-Mu

(REPOST)
 
Copyright 2009 Catatan Sang Penulis. Powered by Blogger
Blogger Templates created by Deluxe Templates
Wordpress by Wpthemescreator