Ayo melangkah cepat,
untuk hidup yang lebih sehat
Olah raga yang paling mudah dan gampang dilakukan adalah olah
raga dengan berjalan kaki. Kita bisa melakukan kapan saja dimana saja dan
dengan siapa saja. Karena berjalan kaki merupakan oleh raga yang murah,
menyenangkan, dan tentunya memiliki dampak positif terhadap tubuh dan kesehatan
kita.
Berjalan
kaki adalah sesuatu yang selalu kita lakukan sehari-hari. Setiap orang pasti
melakukanya. Namun pertanyaanya, jalan kaki seperti apakah yang mereka lakukan,
apakah hanya berjalan kaki dalam kegiatan mobilitas sehari-hari atau memang
menyempatkan diri untuk berolahraga dengan berjalan kaki. Nah dalam tulisan ini
akan dibahas manfaat berjalan kaki jika kita melakukanya secara rutin. Tahukah
Anda, jalan kaki santai setidaknya 2-3 km per hari mampu mengatasi berbagai
penyakit dan juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan tubuh kita. Berikut
manfaat jalan kaki selengkapnya
1.
Mencegah dan menghindarkan dari Diabetes
Program pencegahan diabetes
memperlihatkan, jalan kaki 150 menit per minggu akan mengurangi 7 persen berat
badan Anda atau sekitar 7 kg. Lebih penting lagi mampu menurunkan penyakit
diabetes hingga 58 persen
Dengan membiasakan
berjalan kaki melaju sekitar 6 km per jam, waktu tempuh sekitar 50 menit,
ternyata dapat menunda atau mencegah berkembangnya diabetes Tipe 2, khususnya pada
mereka yang bertubuh gemuk (National Institute of Diabetes and Gigesive &
Kidney Diseases). Sebagaimana kita tahu bahwa kasus diabetesyang bisa diatasi
tanpa perlu minum obat, bisa dilakukan dengan memilih gerak badan rutin berkala.
Itu berarti bahwa berjalan kaki tergopoh-gopoh sama manfaatnya dengan obat
antidiabetes.
2.
Mengurangi serangan jantung dan memperkuat
jantung
Kolesterol baik (HDL)
yang bekerja sebagai spons penyerap kolesterol jahat (LDL) akan meningkat
dengan berjalan kaki tergopoh-gopoh. Tidak banyak cara di luar obat yang dapat
meningkatkan kadar HDL selain dengan bergerak badan. Berjalan kaki
tergopoh-gopoh tercatat mampu menurunkan risiko serangan jantung menjadi
tinggal separuhnya.
Dalam sebuah penelitian, tingkat kematian pada pria pensiun yang berjalan kaki
kurang dari 1 mil per hari dua kali lebih banyak dibanding mereka yang
menempuh jarak 2 mil per hari. Sedangkan studi yang dilakukan pada 72.488
wanita memperlihatkan, jalan kaki 3 jam per minggu akan mengurangi risiko
terkena serangan jantung atau jenis penyakit jantung lain
3.
Baik untuk otak
Berjalan kaki selama 30-45 menit dapat
membantu mempertajam otak. Dalam studi tentang jalan kaki ditemukan, wanita
yang berjalan 1,5 jam per minggu memiliki fungsi kerja organ kepala yang lebih
baik daripada mereka yang hanya berjalan 40 menit per minggu.
4.
Baik untuk tulang dan mencegah
osteoporosis
Dengan gerak badan
dan berjalan kaki cepat, bukan saja
otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang. Riset memperlihatkan bahwa wanita menopause yang berjalan kurang lebih 1 mil per hari memiliki kepadatan tulang lebih baik daripada mereka yang sedikit berjalan kaki, dan jalan kaki sangat efektif untuk menurunkan kehilangan massa tulang di bagian kaki
otot-otot badan yang diperkokoh, melainkan tulang-belulang juga. Tubuh juga membutuhkan gerak badan dan memerlukan waktu paling kurang 15 menit terpapar matahari pagi agar terbebas dari ancaman osteoporosis. Mereka yang melakukan gerak badan sejak muda, dan cukup mengonsumsi kalsium, sampai usia 70 tahun diperkirakan masih bisa terbebas dari ancaman pengeroposan tulang. Riset memperlihatkan bahwa wanita menopause yang berjalan kurang lebih 1 mil per hari memiliki kepadatan tulang lebih baik daripada mereka yang sedikit berjalan kaki, dan jalan kaki sangat efektif untuk menurunkan kehilangan massa tulang di bagian kaki
5.
Mengurangi gejala depresi
Ternyata bergerak
badan dengan berjalan kaki cepat juga membantu pasien dengan status depresi.
Berjalan kaki tergopoh-gopoh bisa menggantikan obat antidepresan yang harus
diminum rutin. Berjalan
kaki selama 30 menit, 3-5 kali per minggu selama 12 minggu, mengurangi gejala
depresi
6. Mengurangi
risiko kanker usus besar, kanker payudara dan kolon.
Kanker juga dapat
dibatalkan muncul bila kita rajin berjalan kaki, setidaknya jenis kanker usus
besar (colorectal carcinoma).
Kita tahu, bergerak badan ikut melancarkan
peristaltik usus, sehingga buang air besar lebih tertib. Kanker usus dicetuskan
pula oleh tertahannya tinja lebih lama di saluran pencernaan. Studi lain juga
menyebutkan peran berjalan kaki terhadap kemungkinan penurunan risiko terkena
kanker payudara. Wanita yang berjalan secara rutin 65 menit hinga
135 menit per minggu bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara dan kolon
hingga 18 persen dibandingkan wanita yang tidak aktif. Studi memperlihatkan,
olahraga dapat mencegah kanker kolon. Untuk orang yang telah terkena kedua
kanker, olahraga mampu meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi angka
kematian
7.
Meningkatkan kebugaran
Jalan kaki 3 kali per minggu selama 30
menit dapat meningkatkan kebugaran dan sistem pernapasan secara signifikan. Studi
yang dilakukan pada pejalan kaki wanita memperlihatkan, jalan kaki singkat
sekitar 10 menit per hari pun punya efek buat kesehatan. Hasilnya akan terlihat
pada peningkatan kebugaran dan pengurangan lemak di tubuh, kalau dilakukan
hingga 30 menit per hari. Disamping itu riset memperlihatkan, jalan kaki bisa
meningkatkan kebugaran dan fungsi kerja tubuh serta melindungi tubuh dari
penyakit degeneratif pada orang lanjut usia.
8. Meredakan encok lutut.
Lebih sepertiga orang
usia lanjut di Amerika mengalami encok lutut (osteoarthiris) . Dengan
membiasakan diri berjalan kaki cepat atau memilih berjalan di dalam kolam
renang, keluhan nyeri encok lutut bisa mereda. Untuk mereka yang mengidap encok
lutut, kegiatan berjalan kaki perlu dilakukan berselang-seling, tidak setiap
hari. Tujuannya untuk memberi kesempatan kepada sendi untuk memulihkan diri.
Satu hal yang perlu diingat bagi pengidap encok tungkai atau kaki: jangan
keliru memilih sepatu olahraga. Kita tahu, dengan semakin pertambahnya usia,
ruang sendi semakin sempit, lapisan rawan sendi kian menipis, dan cairan ruang
sendi sudah susut. Kondisi sendi yang sudah seperti itu perlu dijaga dan
dilindungi agar tidak mengalami goncangan yang berat oleh beban bobot tubuh,
terlebih pada yang gemuk. Bila bantalan (sol) sepatu olahraganya kurang empuk,
sepatu gagal berperan sebagai peredam goncangan (shock absorber). Itu berarti
sendi tetap mengalami beban goncangan berat selama berjalan, apalagi bila
berlari atau melompat. Hal ini yang memperburuk kondisi sendi, lalu mencetuskan
serangan nyeri sendi atau menimbulkan penyakit sendi pada mereka yang berisiko
terkena gangguan send
Nah,,bisa dilihat
banyak sekali manfaat yang akan kita peroleh dari berjalan kaki. So...tunggu
apa lagi mulaiah melangkah dari sekarang..:)
Sumber :


1 komentar:
Manfaat Tersembunyi Berjalan kaki yang Belum Di Ketahui
Agen Sbobet
Posting Komentar